Ramadan Ajarkan Kepedulian Sosial lewat Sedekah dan Berbagi
- 28 Feb 2026 13:13 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Berbagi di bulan suci Ramadan menjadi salah satu amalan utama yang dianjurkan dalam Islam untuk meraih berkah serta pahala yang berlipat ganda. Momentum ini dimanfaatkan umat Muslim untuk meningkatkan ibadah sekaligus memperkuat kepedulian sosial kepada sesama. Tak hanya menahan lapar dan dahaga, Ramadan juga menjadi waktu untuk melatih empati, kesabaran, serta keikhlasan dalam membantu orang lain.
Bendahara Lembaga Bantuan Hukum Advokasi BKPRMI Aceh, Suzanni, dalam dialog interaktif bersama RRI Pro 2 Banda Aceh, Minggu 22 Februari 2026 menjelaskan bahwa setiap kebaikan yang dilakukan selama Ramadan memiliki nilai pahala yang berlipat. Menurutnya, bulan ini adalah kesempatan terbaik untuk memperbanyak sedekah dalam berbagai bentuk. “Ramadan itu momen di mana Allah melipatgandakan pahala setiap amal. Jadi sekecil apa pun kebaikan yang kita lakukan, nilainya sangat besar,” ujarnya.
| Baca juga: Memupuk Kepedulian Sosial di Bulan Ramadan |
Ia menambahkan, sedekah tidak selalu identik dengan uang. Berbagi makanan, minuman, maupun tenaga juga termasuk bentuk sedekah yang mulia. Memberikan takjil kepada orang yang berbuka puasa, membantu kegiatan masjid, atau menolong tetangga yang membutuhkan merupakan contoh sederhana yang bisa dilakukan siapa saja. “Bersedekah itu tidak mesti harta. Tenaga, waktu, bahkan perhatian kita kepada orang lain juga bagian dari sedekah,” kata Suzanni.
Menurut Suzanni, Ramadan disebut sebagai momentum terbaik meningkatkan kepedulian sosial karena umat Islam sedang melatih diri dari berbagai aspek, terutama kesabaran dan pengendalian diri. Dalam kondisi berpuasa, seseorang lebih mudah merasakan bagaimana rasanya kekurangan, sehingga muncul dorongan alami untuk membantu mereka yang kurang beruntung.
Selain itu, aktivitas ibadah selama Ramadan juga lebih intens dibanding hari biasa. Umat Muslim disibukkan dengan salat tarawih, tadarus Al-Qur’an, serta berbagai kegiatan keagamaan lainnya. Kesibukan positif tersebut mendorong lahirnya budaya berbagi di lingkungan masyarakat, baik di masjid maupun di rumah. “Di bulan ini kita seperti diingatkan kembali untuk memperbanyak amal yang mungkin jarang kita lakukan di hari-hari biasa,” tambahnya.
Suzanni juga mencontohkan sedekah di masjid saat pelaksanaan salat tarawih. Meski nominalnya kecil, jika dilakukan secara rutin selama 30 malam Ramadan, nilainya menjadi besar dan bermanfaat bagi pengelolaan rumah ibadah. Ia menilai kebiasaan ini sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab kolektif dalam memakmurkan masjid.
Melalui semangat berbagi tersebut, ia berharap Ramadan tidak hanya menjadi rutinitas ibadah pribadi, tetapi juga membawa dampak sosial yang nyata. “Ramadan mengajarkan kita peduli. Ketika kita berbagi, bukan hanya orang lain yang terbantu, tapi hati kita juga menjadi lebih tenang,” tutup Suzanni.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....