BBPOM Aceh Uji 60 Sampel Takjil di Dua Titik di Kota Banda Aceh

  • 28 Feb 2026 11:55 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Aceh bersama sejumlah pemangku kepentingan melakukan pengawasan takjil Ramadan dengan mengambil dan menguji sampel makanan serta minuman yang dijual pelaku UMKM, Jumat sore 27 Februari 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan produk yang beredar aman dikonsumsi masyarakat selama bulan puasa.

Kepala BBPOM Aceh, Riyanto, mengatakan kegiatan sampling difokuskan pada beberapa titik penjualan yang ramai pembeli. “Kegiatan ini memang rutin kami lakukan, namun saat ini kami fokus di dua titik yaitu di Jalan Garuda dan di daerah Lamdingin,” kata Riyanto saat diwawancara RRI.

Riyanto menyebut di sepanjang Jalan Garuda, petugas telah mengambil 60 sampel dari UMKM yang berjualan takjil. Sampel tersebut diuji untuk mendeteksi kemungkinan kandungan bahan berbahaya seperti boraks, formalin, metanil yellow, dan Rhodamin B yang dilarang digunakan dalam pangan. Dari sampel yang dujikan, tidak ditemukan bahan berbahaya yang terkandung di takjil yang dijual.

Selain di Kota Banda Aceh, pengujian sampel juga dilakukan di sejumlah daerah lain seperti Meulaboh, Aceh Jaya, Aceh Besar, Aceh Tengah, dan Subulussalam. Dalam waktu dekat, BBPOM juga akan melakukan pengujian serupa di wilayah Langsa, Aceh Tamiang, dan sekitarnya.

BBPOM Aceh menegaskan pengawasan ini bertujuan memberikan rasa aman kepada masyarakat saat membeli takjil. Pemerintah mengimbau para pedagang untuk tidak menggunakan bahan tambahan berbahaya serta selalu menjaga mutu dan keamanan pangan yang dijual kepada konsumen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....