Ramadan Momentum Mendekatkan Diri dan Memperkuat Ikatan Spiritual

  • 20 Feb 2026 22:18 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, BANDA ACEH - Ramadan adalah momentum emas bagi umat Muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT (taqarrub ilallah) dan memperkuat ikatan spiritual. Bulan suci ini bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan transformasi diri melalui peningkatan ibadah, pengendalian hawa nafsu, dan pembersihan jiwa. Dalam suasana penuh keberkahan ini, setiap Muslim didorong untuk memperbaiki kualitas hubungan dengan Sang Pencipta sekaligus memperkuat komitmen dalam menjalani kehidupan yang lebih bermakna dan bernilai ibadah.

Dialog keagamaan yang sarat pesan moral tersaji dalam siaran Pro 4 RRI pada Kamis, 19 Februari 2026. Dalam kesempatan tersebut, Marshudi S.Pd.I selaku Penelaah Teknis Kebijakan pada Dinas Syariat Islam mengajak masyarakat untuk memaknai bulan suci Ramadan sebagai momentum penting dalam memperkuat hubungan spiritual dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ia menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar rutinitas ibadah tahunan, melainkan waktu yang sangat berharga untuk memperdalam keimanan serta menata kembali kualitas batin agar senantiasa terhubung dengan Sang Pencipta.

Menurut Marshudi, setiap amal ibadah yang dilakukan selama Ramadan hendaknya diarahkan untuk membangun kedekatan spiritual yang lebih kuat. “Nah, dengan ibadah yang kita lakukan di bulan suci Ramadan itu, diharapkan nanti kita makin dekat dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah menghendaki kita dengan memperbanyak ibadah di bulan suci Ramadan itu, batin kita selalu tertaut kepada Allah,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa peningkatan ibadah di bulan Ramadan tidak hanya berdampak pada aktivitas lahiriah, tetapi juga memperkuat ketenangan jiwa serta kesadaran akan kehadiran Allah dalam kehidupan sehari-hari.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya niat yang tulus sebagai landasan utama dalam setiap amal perbuatan. Menurutnya, esensi ibadah terletak pada keikhlasan hati dan orientasi yang semata-mata ditujukan kepada Allah. “Batin kita selalu terikat kepada Allah. Semua apa pun yang kita lakukan, semua dasarnya lillah karena Allah Subhanahu wa Ta’ala,” kata Marshudi. Pernyataan ini menjadi pengingat bahwa setiap aktivitas, baik yang bersifat ritual maupun sosial, memiliki nilai ibadah apabila dilandasi niat yang benar.

Dalam penjelasannya, Marshudi juga menguraikan bahwa konsep ibadah dalam Islam memiliki cakupan yang sangat luas. Ia menegaskan bahwa ibadah tidak terbatas pada pelaksanaan salat atau ritual formal semata, tetapi mencakup segala perbuatan baik yang bertujuan mengharap rida Allah. “Makanya di bulan suci Ramadan ini, ibadah yang kita lakukan banyak sekali, dan ganjarannya pun sangat luar biasa. Ibadah di sini bukan ibadah yang hanya salat saja. Ibadah di sini maknanya luas, yakni suatu perkara yang mengharapkan rida Allah Subhanahu wa Ta’ala itu termasuk ibadah,” jelasnya.

Sebagai ilustrasi, ia menyampaikan bahwa tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari pun dapat bernilai ibadah apabila dilakukan dengan niat yang ikhlas. “Bahkan kita menyampingkan duri di tengah jalan saja itu termasuk ibadah asal niatnya karena Allah,” tuturnya. Pesan tersebut menegaskan bahwa Islam mendorong umat untuk senantiasa berbuat kebaikan, sekecil apa pun, sebagai bagian dari pengabdian kepada Allah.

Marshudi berharap masyarakat dapat menjadikan Ramadan sebagai sarana refleksi diri untuk memperbaiki kualitas iman, meningkatkan kepedulian sosial, serta membangun kebiasaan baik yang berkelanjutan setelah bulan suci berakhir. Ia menegaskan bahwa Ramadan merupakan kesempatan terbaik untuk menata hati, memperbanyak amal saleh, dan memperkuat komitmen hidup yang berorientasi pada nilai-nilai ketakwaan serta keridaan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....