Panduan Puasa bagi Korban Bencana
- 13 Feb 2026 21:45 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID. Banda Aceh – Menjalankan ibadah Ramadan di tengah kondisi pascabencana membutuhkan pemahaman yang tepat tentang syariat. Islam tidak hanya menekankan kewajiban, tetapi juga menghadirkan kemudahan bagi umat dalam situasi darurat.
Mudir Rumah Quran Abu Musa Al-Asy’ari, Ustaz Muhammad Imran, S.Pd menegaskan bahwa umat Islam yang terdampak bencana tetap dapat menjalankan ibadah Ramadan secara optimal dengan memahami prinsip kemudahan dalam syariat.
“Pertama yang harus mereka pahami adalah adaptasi puasa dan shalat. Artinya shalat itu memang sudah merupakan tonggak awal dalam keadaan apapun, shalat itu sudah pasti harus ditegakkan,” ujarnya dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh, Jum’at 6 Februari 2026.
Terkait puasa, Ustaz Imran menjelaskan bahwa Islam memberikan keringanan (rukhsah) bagi umat yang berada dalam kondisi sulit. “Islam ini adalah agama yang cukup memberikan keringanan kepada umatnya. Jika memang ada tempat terdampak bencana, kekurangan makanan, hampir tidak ada air, tidak punya asupan yang cukup sehingga puasa lebih memudaratkan tubuh mereka, maka itu tidak dibenarkan mereka puasa,” jelasnya.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa keringanan tersebut bersifat sementara. Apabila kondisi telah membaik, maka kewajiban mengganti puasa (qadha) tetap harus ditunaikan.
Ustaz Imran juga mengajak masyarakat yang tidak terdampak bencana untuk lebih peduli terhadap kebutuhan para pengungsi. Ia berharap asupan makanan bernutrisi dan bergizi tetap terjaga agar mereka dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan baik.
“Semoga kita yang tidak terdampak pekalah terhadap apa yang harus kita berikan kepada saudara-saudara kita di daerah bencana, sehingga mereka juga bisa menjalankan ibadah sama dengan kita,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....