Prediksi EA Sports Terbukti Lagi di Piala Dunia 2026
- 23 Jul 2026 18:39 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Bukan sosok pakar taktik berpengalaman yang paling dinanti ramalannya setiap kali pesta sepak bola terbesar sejagat mendekat, publik justru kerap menanti bocoran misterius dari sebuah studio pengembang game, EA Sports. Siapa sangka, algoritma simulasi mereka kembali membuktikan kesaktiannya secara konsisten untuk kelima kalinya secara berturut-turut.
Sihir prediksi ini bermula saat mereka dengan tepat menebak kejayaan Spanyol pada 2010, dilanjutkan laju panser Jerman di 2014, hingga keperkasaan Prancis pada 2018. Saat Argentina mengakhiri dahaga juaranya di 2022, EA Sports kembali tersenyum puas. Kini, siklus emas lima edisi itu resmi tertutup sempurna di Piala Dunia 2026, lagi-lagi dengan nama Spanyol yang keluar sebagai sang raja baru.
Atmosfer riuh di MetLife Stadium, New Jersey, menjadi saksi bisu betapa dramatisnya laga puncak menegangkan antara Spanyol dan Argentina yang harus terseret hingga babak perpanjangan waktu. Ketika napas para pemain makin tersengal, Ferran Torres muncul sebagai pahlawan lewat gol tunggalnya di menit ke-106, mengunci gelar juara dunia kedua bagi La Roja sekaligus menyempurnakan ramalan sang pengembang game.
Namun di balik keajaiban ini rahasianya murni pada kekuatan data. EA Sports memutar simulasi penuh dari seluruh 104 pertandingan menggunakan algoritma kecerdasan buatan, mengalisa performa lebih dari 20 ribu pemain nyata. Khusus edisi 2026, mesin EA Sports FC 26 bahkan memutar simulasi hingga jutaan kali, dengan Spanyol tercatat mengangkat trofi lebih dari 11 juta kali.
Tentu saja, ramalan AI tidak pernah benar-benar sempurna layaknya takdir manusia. Simulasi sempat meramalkan Lamine Yamal akan merebut sepatu emas, tapi kenyataannya justru direbut Kylian Mbappé. Sementara Spanyol juga sempat dibuat frustrasi oleh tim debutan Cape Verde di babak grup.
Uniknya lagi, "sihir" ketepatan ini hanya berlaku pada sepakbola. Simulasi Super Bowl lewat Madden NFL sering kali meleset, sementara ramalan Stanley Cup NHL malah tak pernah tepat selama 14 tahun berturut-turut.
Walau demikian, bagi jutaan pencinta sepak bola di seluruh dunia, detail kecil yang meleset tidak mengurangi rasa takjub. Simulasi digital telah menjelma dari sekadar fitur permainan, menjadi tradisi ramalan paling bergengsi. Dan ketika genderang Piala Dunia berikutnya kembali ditabuh, mata dunia dipastikan akan kembali tertuju pada EA Sports untuk mengintip siapa calon pemenang selanjutnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....