Merasa Dirugikan, Iran Ajukan Protes ke FIFA 2026
- 19 Jun 2026 22:30 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Timnas Iran kembali menjadi perhatian publik pada gelaran Piala Dunia 2026. Namun kali ini sorotan tidak datang dari performa mereka di atas lapangan, melainkan langkah resmi Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) yang melayangkan protes kepada FIFA terkait kebijakan perjalanan yang dinilai merugikan tim mereka selama mengikuti turnamen.
FFIRI menilai pembatasan perjalanan yang diberlakukan oleh Amerika Serikat terhadap delegasi Iran telah menciptakan situasi yang tidak setara dibandingkan negara peserta lainnya. Kebijakan tersebut disebut berdampak langsung terhadap persiapan tim, mulai dari jadwal kedatangan, pemulihan pemain, hingga pengelolaan latihan menjelang pertandingan.
Berdasarkan ketentuan visa yang berlaku, Timnas Iran disebut hanya diperbolehkan memasuki wilayah Amerika Serikat sehari sebelum pertandingan berlangsung. Selain itu, mereka juga diwajibkan meninggalkan negara tersebut pada hari yang sama setelah pertandingan selesai dimainkan.
Kondisi tersebut memicu reaksi keras dari pelatih kepala Iran, Amir Ghalenoei. Usai hasil imbang 2-2 melawan Selandia Baru pada laga pembuka fase grup, ia menyampaikan kekecewaannya terhadap kondisi yang dihadapi timnya selama turnamen.
Menurut Ghalenoei, situasi yang dialami Iran membuat persiapan tim jauh dari ideal dibanding peserta lainnya. Ia bahkan menyebut skuad Iran sebagai salah satu tim yang paling terdampak oleh kebijakan nonteknis di Piala Dunia 2026.
FFIRI dalam pernyataan resminya menegaskan bahwa pembatasan tersebut dinilai bertentangan dengan semangat kesetaraan dan prinsip fair play yang selama ini dijunjung dalam penyelenggaraan kompetisi internasional. Federasi memastikan akan menyampaikan keberatan secara resmi kepada FIFA melalui mekanisme yang tersedia.
“Tujuan kami bukan mencari perlakuan khusus, tetapi memastikan seluruh peserta mendapatkan kesempatan dan kondisi yang sama dalam menjalani kompetisi,” demikian inti sikap yang disampaikan federasi.
Iran juga meminta FIFA menjaga prinsip netralitas serta menjamin seluruh negara peserta memperoleh perlakuan yang adil selama berlangsungnya turnamen terbesar sepak bola dunia tersebut.
Selain persoalan mobilitas tim, laporan juga menyebutkan sejumlah staf pendukung Iran mengalami kendala dalam proses pengurusan visa masuk ke Amerika Serikat. Situasi tersebut semakin menambah tantangan yang harus dihadapi skuad Team Melli sejak awal kompetisi berlangsung.
Di luar persoalan administratif, perjalanan Iran menuju Piala Dunia 2026 juga disebut dipengaruhi dinamika geopolitik dan faktor keamanan kawasan Timur Tengah yang turut memengaruhi proses persiapan mereka.
Sebagai bentuk penyesuaian terhadap kondisi tersebut, Iran bahkan memindahkan pusat persiapan tim dari Arizona, Amerika Serikat, ke Tijuana, Meksiko, menjelang dimulainya turnamen.
Di tengah polemik yang berkembang, Presiden FIFA Gianni Infantino sempat menjadi sorotan setelah mengunjungi ruang ganti pemain Iran usai pertandingan melawan Selandia Baru. Kehadiran orang nomor satu di FIFA itu memicu perhatian publik dan memunculkan berbagai respons.
Kini Iran masih memiliki dua pertandingan penting tersisa di fase grup menghadapi Belgia dan Mesir. Di saat perjuangan mereka di lapangan terus berlanjut, sengketa terkait perlakuan dan akses perjalanan tersebut diperkirakan juga akan menjadi perhatian dalam perjalanan turnamen ke depan.
Sumber: BBC Sport
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....