Banda Aceh Siap Meriahkan Pesta Bola Dunia
- 13 Mei 2026 15:28 WIB
- Banda Aceh
RRI. CO. ID, Banda Aceh - Program dialog Banda Aceh Menyapa edisi olahraga yang disiarkan oleh Radio Republik Indonesia pada Jumat 7 Mei 2026 membahas kesiapan Aceh menyambut pesta sepak bola dunia 2026. Dialog menghadirkan Kepala Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh, Rosdi, ST. M,Si, serta pengamat sepak bola Aceh, H. Aminullah Usman, S.E., Ak., M.M.
Dalam dialog tersebut, kedua narasumber menilai pesta sepak bola dunia bukan sekadar ajang olahraga internasional, melainkan momentum besar yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat, memperkuat sport tourism, serta membangkitkan kembali gairah sepak bola daerah.
Rosdi mengatakan antusiasme masyarakat Banda Aceh terhadap pesta sepak bola dunia sangat tinggi. Menurutnya, budaya masyarakat Aceh yang dekat dengan sepak bola menjadi modal penting dalam menghidupkan aktivitas ekonomi dan ruang sosial masyarakat.
“Budaya nobar di Banda Aceh sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Momentum ini dapat menghidupkan sektor ekonomi kreatif, mulai dari kuliner, kopi, merchandise, hingga aktivitas UMKM lainnya,” ujar Rosdi.
Ia menjelaskan, pesta sepak bola dunia 2026 juga membuka peluang besar bagi pengembangan sport tourism atau wisata olahraga di Kota Banda Aceh. Menurutnya, wisatawan tidak hanya menikmati pertandingan, tetapi juga dapat merasakan suasana khas Aceh melalui budaya kopi, kuliner tradisional, serta keramahan masyarakat.
Rosdi menambahkan, pemerintah kota membuka peluang menghadirkan titik-titik nonton bareng di ruang publik seperti Taman Sari maupun lokasi strategis lainnya. Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga media promosi budaya dan pariwisata Banda Aceh.
“Kami ingin kegiatan nobar dikemas dengan nuansa budaya Aceh. Wisatawan yang datang bisa menikmati sepak bola sekaligus mengenal kuliner dan budaya Kota Banda Aceh,” katanya.

Sementara itu, Aminullah Usman menilai sepak bola memiliki kekuatan besar sebagai pemersatu masyarakat dan penggerak ekonomi. Mantan pemain dan manajer Persiraja Banda Aceh itu mengatakan sepak bola telah menjadi hiburan rakyat yang mampu menyatukan berbagai kalangan.
| Baca juga: Tunisia Ganti Pelatih usai Dibantai Swedia |
“Kalau sudah sepak bola, masyarakat rela meninggalkan aktivitas lain untuk menonton bersama. Bola bukan sekadar olahraga, tetapi hiburan, pemersatu bangsa, sekaligus penggerak ekonomi masyarakat,” ujar Aminullah.
Ia menjelaskan, pelaksanaan Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko akan menghadirkan atmosfer berbeda karena pertandingan kemungkinan berlangsung pada dini hari hingga pagi waktu Indonesia.
Meski demikian, Aminullah optimistis antusiasme masyarakat Aceh tetap tinggi. Ia menyebut warung kopi akan menjadi pusat keramaian masyarakat selama pertandingan berlangsung.
“Warung kopi di Aceh bisa penuh saat pertandingan besar. Momentum ini sangat baik untuk meningkatkan omzet pelaku usaha dan membuka lapangan kerja,” katanya.
Menurut Aminullah, pesta sepak bola dunia juga dapat menjadi sarana edukasi bagi generasi muda Aceh. Ia berharap anak-anak muda tidak hanya menikmati pertandingan, tetapi juga belajar tentang sportivitas, disiplin, dan kerja sama dari pemain-pemain kelas dunia.
Ia menilai Aceh memiliki potensi besar melahirkan pemain sepak bola berkualitas apabila pembinaan usia dini dilakukan secara berkelanjutan. Namun, ia mengakui tantangan terbesar sepak bola Aceh saat ini masih berkaitan dengan pendanaan dan pembinaan berjenjang.
“Pembinaan harus dimulai dari usia dini hingga ke level kompetisi. Kalau itu berjalan baik, Aceh bisa kembali melahirkan pemain-pemain besar seperti masa lalu,” ujarnya.
Selain itu, Aminullah mengingatkan masyarakat agar menjadikan momentum pesta sepak bola dunia sebagai hiburan positif, bukan untuk kegiatan negatif seperti perjudian maupun tindakan anarkis.
“Sepak bola harus menjadi ajang silaturahmi dan hiburan yang sehat. Jangan sampai nobar justru memunculkan hal-hal negatif,” katanya.
Di akhir dialog, Rosdi berharap semangat pesta sepak bola dunia mampu mendorong generasi muda Aceh menjadi lebih kreatif dan produktif. Ia juga menegaskan pentingnya menjaga keamanan, kebersihan, serta citra Banda Aceh sebagai kota yang aman dan ramah wisatawan.
“Momentum ini harus dimanfaatkan untuk menunjukkan bahwa Banda Aceh aman, nyaman, religius, dan memiliki budaya kopi serta kuliner yang luar biasa,” ujar Rosdi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....