Dugaan Match Fixing kembali Guncang Bulutangkis Indonesia, ini Kata PBSI

  • 14 Agt 2026 15:43 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Jakarta – Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) melakukan penyesuaian komposisi wakil Indonesia di sektor ganda campuran untuk menghadapi Kejuaraan Dunia BWF 2026.

Dalam penyesuaian tersebut, pasangan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu serta Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil dipastikan tidak akan mengikuti Kejuaraan Dunia BWF 2026.

Dalam pernyataan resmi, Sekretaris Jenderal PP PBSI, Ricky Soebagdja menyebut keputusan tersebut merupakan bagian dari langkah organisasi untuk memastikan seluruh proses administrasi dan keikutsertaan atlet Indonesia pada ajang internasional berjalan sesuai regulasi serta mekanisme yang berlaku.

"PP PBSI mengungkapkan telah mengetahui bahwa Badminton World Federation (BWF) tengah menjalankan proses peradilan independen atau judicial proceedings terkait dugaan pelanggaran integritas yang melibatkan sejumlah pemain Indonesia," katanya dikutip dari laman PBSI.

PP PBSI menegaskan menghormati sekaligus mendukung mekanisme yang diterapkan BWF. Proses tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga integritas olahraga bulutangkis sekaligus memastikan penanganan dugaan pelanggaran dilakukan secara independen.

Namun, PP PBSI tidak memberikan keterangan lebih jauh mengenai substansi perkara maupun mengaitkan proses tersebut dengan atlet tertentu.

Sikap tersebut diambil sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam proses peradilan independen BWF. PP PBSI juga mengimbau seluruh pemangku kepentingan, termasuk media dan masyarakat, menghormati proses yang sedang berlangsung dan tidak melakukan spekulasi sebelum adanya keputusan resmi dari Independent Hearing Panel BWF.

PP PBSI memastikan akan terus berkoordinasi dengan BWF dalam mengikuti perkembangan proses tersebut. Setiap langkah organisasi akan dilakukan dengan mengedepankan prinsip tata kelola yang baik, kepatuhan terhadap regulasi, serta perlindungan terhadap hak-hak atlet. Hingga adanya keputusan resmi dari Independent Hearing Panel BWF, PP PBSI tidak menyampaikan adanya kesimpulan mengenai pihak yang terlibat maupun bentuk pelanggaran dalam perkara tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....