Aceh Target Bertahan Sepuluh Besar pada PON XXII NTT-NTB
- 12 Jun 2026 00:04 WIB
- Banda Aceh
RRI. CO. ID, Banda Aceh - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh mulai mematangkan persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII yang akan digelar di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Target realistis yang dipasang adalah mempertahankan posisi Aceh di jajaran 10 besar nasional setelah sukses menempati peringkat keenam pada PON XXI Aceh-Sumatera Utara 2024.
Sekretaris Umum KONI Aceh, Ahyar, mengatakan capaian peringkat enam pada PON sebelumnya merupakan prestasi tertinggi dalam sejarah olahraga Aceh. Menurutnya, tren prestasi olahraga Aceh terus mengalami peningkatan sejak PON 2012.
“Dari peringkat 25 nasional pada 2012, kemudian naik ke peringkat 17, lalu 12, dan akhirnya peringkat enam pada PON Aceh-Sumut. Ini menunjukkan grafik prestasi Aceh terus meningkat,” ujarnya dalam dialog khusus bersama RRI Banda Aceh, Senin 8 Juni 2026.
Meski demikian, Ahyar mengakui tantangan menuju PON XXII akan jauh lebih berat. Selain lokasi penyelenggaraan yang berada di Indonesia Timur, Aceh juga harus kembali melalui tahapan prakualifikasi untuk setiap cabang olahraga, berbeda dengan saat menjadi tuan rumah PON XXI.
Menurutnya, keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala utama dalam proses pembinaan dan pengiriman atlet ke ajang prakualifikasi. Karena itu, mempertahankan posisi di 10 besar dinilai sudah menjadi pencapaian yang sangat baik.
“Kami realistis. Dengan kondisi anggaran yang ada, bertahan di 10 besar merupakan target yang harus dicapai. Kalau bisa mempertahankan posisi enam besar tentu lebih baik,” katanya.
Ahyar menjelaskan, cabang olahraga yang menjadi prioritas pembinaan adalah cabang-cabang yang secara konsisten menyumbangkan medali emas bagi Aceh, seperti atletik, angkat besi, kempo, tarung derajat, dan petanque. Evaluasi terhadap atlet dilakukan secara menyeluruh, termasuk mempertimbangkan faktor usia, kondisi fisik, mental, dan peluang meraih medali pada PON mendatang.

Sementara itu, Anggota Komisi VI DPR Aceh, M. Hatta Bulkaini, menegaskan komitmen legislatif untuk mendukung peningkatan prestasi olahraga Aceh melalui regulasi, pengawasan, dan penganggaran.
Ia menyebutkan, Aceh telah memiliki qanun keolahragaan yang memuat sejumlah kebijakan strategis, termasuk pembinaan cabang olahraga unggulan di setiap kabupaten/kota, peningkatan kesejahteraan atlet, serta penguatan sistem pembinaan berjenjang.
“Kami berharap target 10 besar dapat dipertahankan. DPR Aceh siap mendukung melalui penganggaran dan pengawasan agar pembinaan atlet berjalan optimal,” kata Hatta.
Menurutnya, keberhasilan daerah-daerah seperti Jawa Barat dan Bali menunjukkan bahwa prestasi olahraga tidak hanya bergantung pada besarnya anggaran pemerintah, tetapi juga keterlibatan sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Di sisi lain, Wakil Ketua Umum III Bidang Litbang KONI Aceh, Dr. Mansur, menjelaskan bahwa KONI Aceh terus menerapkan pola pembinaan berkelanjutan yang berorientasi pada atlet potensial peraih medali.
Saat ini, pembinaan dilakukan melalui sistem sentralisasi dan desentralisasi dengan melibatkan ratusan atlet dan pelatih. Pendekatan yang digunakan tidak lagi berfokus pada cabang olahraga semata, melainkan pada atlet yang memiliki peluang terbesar untuk meraih medali.
“Kami menerapkan konsep pembinaan berbasis atlet. Atlet yang memiliki potensi medali harus mendapatkan dukungan maksimal, baik dari sisi program latihan, sport science, maupun kebutuhan pendukung lainnya,” ujarnya.
Mansur menambahkan bahwa regenerasi atlet juga menjadi perhatian penting. Banyak atlet berprestasi Aceh lahir dari program pembinaan usia dini, seperti Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP). Karena itu, kesinambungan pembinaan sejak usia muda hingga level elite harus terus dijaga.
Ia optimistis target 10 besar nasional dapat diwujudkan apabila dukungan anggaran, fasilitas, pelatih, serta pembinaan berkelanjutan dapat berjalan sesuai rencana.
“Prestasi Aceh terus meningkat. Dengan dukungan pemerintah, DPR Aceh, dunia usaha, serta kerja keras atlet dan pelatih, kami optimistis Aceh mampu mempertahankan posisinya di papan atas olahraga nasional pada PON XXII NTT-NTB,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....