Jonatan Christie Bidik Gelar Perdana di Istora

  • 03 Jun 2026 11:27 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Jakarta – Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, menjadikan Indonesia Open 2026 sebagai salah satu target terbesar musim ini. Pemain peringkat lima dunia tersebut bertekad meraih gelar juara pertamanya di turnamen bergengsi yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta.

Tekad tersebut disampaikan Jonatan usai mengamankan tiket ke babak kedua setelah mengalahkan wakil Singapura, Jia Heng Jason Teh, dalam dua gim langsung 21-18 dan 21-15 pada pertandingan babak pertama, Selasa 2 Juni 2026. Menurut Jonatan, Indonesia Open memiliki arti khusus dalam perjalanan kariernya karena hingga kini dirinya belum pernah meraih gelar juara di hadapan publik sendiri.

"Indonesia Open adalah salah satu target terbesar tahun ini bagi saya pribadi. Selain karena saya belum pernah juara di Indonesia Open, saya dan tim memutuskan turnamen ini menjadi salah satu target utama. Saya ingin melakukan yang terbaik dan mudah-mudahan bisa meraih gelar juara. Namun untuk saat ini saya ingin fokus pertandingan demi pertandingan," ujar Jonatan dikutip dari laman PBSI.

Meski menang tanpa kehilangan gim, Jonatan mengakui sempat mengalami kesulitan beradaptasi dengan kondisi lapangan pada awal pertandingan. Hal itu terlihat ketika dirinya tertinggal 10-14 pada gim pertama sebelum akhirnya mampu membalikkan keadaan dan mengendalikan permainan.

"Tadi di awal masih sedikit beradaptasi. Babak pertama di setiap turnamen memang tidak mudah karena harus menyesuaikan diri dengan lapangan dan kondisi angin yang cukup memengaruhi permainan. Puji Tuhan saya bisa melewati itu dan cukup senang dengan hasil hari ini," katanya.

Jonatan juga menyoroti padatnya kalender turnamen yang membuat para pemain harus pandai menjaga kondisi fisik. Sebelum tampil di Indonesia Open, ia lebih dulu berlaga di Singapore Open 2026, namun harus tersingkir pada babak pertama setelah dikalahkan pemain India, Prannoy HS.

Meski kecewa dengan hasil tersebut, Jonatan mengaku kekalahan itu memberinya waktu lebih banyak untuk memulihkan kondisi dan mempersiapkan diri menghadapi Indonesia Open.

"Saya tentu ingin melangkah sejauh mungkin di Singapore Open karena poinnya besar. Tetapi karena harus berhenti di babak pertama, saya jadi memiliki waktu lebih untuk recovery dan mempersiapkan diri menghadapi Indonesia Open," ujarnya.

Pemain berusia 28 tahun itu menilai setiap turnamen memiliki tantangan berbeda sehingga hasil di satu ajang tidak bisa dijadikan tolok ukur mutlak untuk turnamen lainnya. Menurutnya, faktor shuttlecock, kondisi arena, hingga karakter lawan menjadi variabel yang memengaruhi jalannya pertandingan.

"Setiap turnamen memiliki tingkat kesulitan masing-masing. Dari beberapa turnamen terakhir saja, karakter shuttlecock berbeda-beda. Feeling dan sentuhannya juga berbeda. Jadi tidak bisa disamakan antara satu turnamen dengan turnamen lainnya. Yang terpenting adalah fokus kepada diri sendiri dan terus melakukan evaluasi," jelasnya.

Di babak kedua, Jonatan bakal bertemu juniornya, Alwi Farhan yang juga sukses mengalahkan wakil India Lakshya Sen pada babak pertama sekaligus memastikan Indonesia memiliki satu wakil tunggal putra yang melaju ke babak perempat final Indonesia Open 2026.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....