BWF Resmi Ubah Sistem Skor Bulutangkis Jadi 15 Poin x 3 Gim, Mulai Berlaku 2027
- 28 Apr 2026 15:43 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh – Federasi Bulutangkis Dunia atau BWF resmi menyetujui perubahan sistem skor pertandingan bulutangkis menjadi 15 poin x 3 gim (best of three games) dalam agenda 87th BWF Annual General Meeting (AGM) yang berlangsung di Horsens.
Keputusan tersebut diambil melalui mekanisme voting anggota BWF, dengan hasil 198 negara menyetujui dan 43 negara menolak. Dengan hasil itu, sistem skor baru resmi menjadi kebijakan BWF dan akan mulai diterapkan secara global pada 4 Januari 2027.
Perubahan sistem skor menjadi salah satu agenda utama dalam pembahasan Council Proposals yang bertujuan meningkatkan dinamika pertandingan sekaligus menambah daya tarik olahraga bulutangkis di mata dunia.
Pertemuan tahunan itu dibuka oleh Presiden BWF, Khunying Patama Leeswadtrakul, dan dihadiri seluruh anggota federasi.
Delegasi Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia yang diwakili Wakil Sekretaris Jenderal Wino Sumarno serta Kepala Bidang Hubungan Luar Negeri PP PBSI, Bambang Roedyanto, turut hadir dalam forum strategis tersebut sebagai bagian dari keanggotaan aktif BWF.
Menanggapi keputusan tersebut, PBSI menyatakan akan segera melakukan kajian internal untuk mengantisipasi perubahan sistem skor, termasuk melakukan penyesuaian dalam program pembinaan dan strategi persiapan atlet nasional.
“Kami akan mempelajari secara komprehensif dampak perubahan sistem skor ini terhadap pola permainan dan strategi atlet. PBSI berkomitmen untuk memastikan atlet Indonesia tetap kompetitif dan siap menghadapi implementasi kebijakan ini,” ujar Bambang Roedyanto dikutip dari laman PBSI.
Perubahan dari sistem 21 poin x 3 gim yang selama ini digunakan menjadi 15 poin x 3 gim diperkirakan akan membuat pertandingan berlangsung lebih cepat, intens, dan menuntut konsistensi pemain sejak awal laga.
Bagi Indonesia yang dikenal sebagai salah satu kekuatan utama bulutangkis dunia, adaptasi cepat terhadap aturan baru dinilai menjadi kunci untuk menjaga daya saing atlet di berbagai turnamen internasional mulai 2027.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....