KONI Aceh Harap Wajah Baru Percasi Aceh Bawa Perubahan Besar di Kancah Nasional

  • 21 Apr 2026 00:26 WIB
  •  Banda Aceh
RRI.CO.ID, BANDA ACEH – Musyawarah Provinsi (Musprov) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Aceh secara resmi menetapkan M. Hendrik sebagai Ketua Umum periode 2026-2030 secara aklamasi. Dukungan penuh dari seluruh Pengurus Cabang (Pengcab) kabupaten/kota di Banda Aceh ini menjadi mandat besar untuk membawa catur Aceh kembali ke peta persaingan nasional.
Dalam keterangannya kepada RRI, M. Hendrik menegaskan komitmennya untuk melakukan transformasi pola pembinaan yang lebih modern dan terintegrasi dengan program Pengurus Besar (PB) Percasi.

"Tugas kita bukan sekadar menjalankan organisasi, tetapi bagaimana meningkatkan prestasi catur Aceh agar lebih berbicara di kancah nasional. Kita punya potensi besar, dan sekarang saatnya kita asah lebih tajam lagi," ujar Hendrik Senin, 20 April 2026.
Namun, tantangan besar telah menanti kepengurusan baru ini.

Wakil Ketua KONI Aceh, T. Rayuan Sukma, yang hadir dalam acara tersebut, memberikan catatan kritis terkait kondisi catur di Tanah Rencong saat ini. Ia menyoroti fenomena menurunnya prestasi catur Aceh yang kontras dengan budaya masyarakatnya.
"Dulu, catur ini sangat memasyarakat. Di kedai kopi mana pun kita bisa menemukan atlet-atlet handal yang lahir secara alami. Namun, kita harus jujur bahwa saat ini prestasi tersebut sedang menurun," ungkap Rayuan Sukma.

Kekhawatiran KONI Aceh bukan tanpa alasan. Berkaca pada hasil Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumut, Aceh sebagai tuan rumah hanya mampu mengamankan satu medali perunggu. Rayuan Sukma menegaskan bahwa hasil ini harus menjadi cambuk bagi pengurus baru.

"Aceh hanya kebagian satu perunggu pada PON kemarin, ini harus menjadi bahan evaluasi besar. Saya meminta pengurus di bawah kendali M. Hendrik untuk memacu kembali semangat atlet. Percasi Aceh harus bangkit. Pembinaan harus menyentuh akar rumput agar talenta di kedai kopi bisa terasah menjadi atlet profesional yang disegani di level nasional," tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, M. Hendrik menyatakan siap bersinergi dengan seluruh Pengcab untuk melakukan konsolidasi internal dan pemetaan atlet potensial. Fokus terdekat adalah mempersiapkan kualifikasi PON mendatang guna melahirkan Grandmaster baru yang mampu mengharumkan nama Aceh.

"Ini adalah kerja kolektif. Dengan dukungan solid dari kabupaten dan kota, saya yakin catur Aceh akan kembali bangkit dan disegani," pungkas Hendrik.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....