Musprov PBSI Aceh Fokus pada Regenerasi

  • 07 Feb 2026 17:05 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh : Musyawarah Provinsi (Musprov) Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Aceh yang digelar pada 7–8 Februari 2026 di Banda Aceh menjadi momentum strategis untuk menentukan arah pembinaan bulu tangkis Aceh ke depan. Agenda ini sekaligus menandai berakhirnya masa kepengurusan PBSI Aceh periode 2022–2026.

Ketua Umum PBSI Aceh, Dr. Safaruddin, S.Sos., M.S.P., menyampaikan Musprov tidak hanya sekadar memilih ketua baru, tetapi juga menjadi ruang evaluasi menyeluruh terhadap kinerja organisasi selama empat tahun terakhir. “Musprov ini momentum penting untuk melihat apa yang sudah kita capai dan apa yang masih harus diperbaiki,” ujar Safaruddin dalam Dialog Olahraga RRI Banda Aceh, Jumat 6 Februari 2026.

Ia menyebut salah satu capaian yang patut diapresiasi adalah kembalinya Aceh meraih medali bulu tangkis pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 setelah penantian panjang. “Selama 25 tahun, bulu tangkis Aceh tidak pernah naik podium PON. Alhamdulillah, di PON 2024 kita dapat perunggu. Ini capaian besar,” katanya.

Selain prestasi atlet, Safaruddin menilai pembangunan infrastruktur olahraga menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan pembinaan. Selama masa kepengurusannya, PBSI Aceh berhasil mendorong pembangunan gedung olahraga bulu tangkis di beberapa daerah. “GOR sudah tersedia, ini modal utama. Tinggal bagaimana dimanfaatkan secara maksimal untuk pembinaan,” ujarnya.

Namun demikian, Safaruddin mengakui tantangan pembinaan bulu tangkis Aceh masih cukup besar, terutama dalam menciptakan sistem berjenjang dari daerah ke tingkat provinsi. Ia menilai regenerasi atlet dan pelatih harus berjalan seiring dengan regenerasi kepemimpinan.“Bulu tangkis tidak bisa dibangun instan. Harus ada sistem yang konsisten dari bawah,” katanya.

Menjelang Musprov, Safaruddin juga mendorong munculnya figur-figur baru yang memiliki kepedulian tinggi terhadap olahraga. Menurutnya, ketua PBSI Aceh ke depan harus memiliki komitmen kuat, bukan sekadar jabatan. “Siapa pun ketuanya nanti, yang penting punya waktu, punya perhatian, dan mau bekerja untuk atlet,” ujarnya.

Ia menambahkan, kepemimpinan PBSI Aceh ke depan diharapkan mampu membawa Aceh menjadi tuan rumah kejuaraan nasional, termasuk Sirkuit Nasional (Sirnas) PBSI, yang selama ini belum terealisasi. “Kalau pembinaan kuat dan event nasional bisa digelar di Aceh, itu akan sangat berdampak bagi atlet-atlet muda kita,” kata Safaruddin. Musprov PBSI Aceh 2026 diharapkan melahirkan kepengurusan baru yang solid, visioner, dan mampu membawa bulu tangkis Aceh semakin kompetitif di tingkat nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....