Menatap Musyawarah Provinsi PBSI Aceh 2026

  • 07 Feb 2026 16:58 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh : Pengurus Provinsi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Aceh memasuki momentum penting menjelang berakhirnya masa kepengurusan periode 2022–2026. Musyawarah Provinsi (Musprov) PBSI Aceh yang digelar 7–8 Februari 2026 di Banda Aceh akan menentukan arah baru pembinaan dan kepemimpinan bulu tangkis Aceh ke depan.

Ketua Umum PBSI Aceh, Dr. Safaruddin, S.Sos., M.S.P., menilai perjalanan bulu tangkis Aceh dalam empat tahun terakhir menunjukkan tren positif, terutama dari sisi prestasi atlet. “Dalam 25 tahun terakhir, Aceh akhirnya kembali meraih medali perunggu cabang bulu tangkis di PON 2024. Ini prestasi bersejarah karena diraih di tengah dominasi provinsi-provinsi di Pulau Jawa,” ujar Safaruddin dalam Dialog Olahraga RRI Banda Aceh, Jumat 6 Februari 2026.

Selain prestasi PON, ia menyebut sejumlah atlet muda putra Aceh juga mulai menembus final dan meraih gelar di kejuaraan nasional, meski sebagian masih menjalani pembinaan di luar daerah. “Ini membuktikan anak Aceh mampu bersaing secara nasional. Tinggal bagaimana sistem pembinaan kita diperkuat,” katanya.

Dari sisi pembangunan, Safaruddin menyoroti pencapaian infrastruktur sebagai salah satu fondasi penting selama masa kepemimpinannya. Dua gedung olahraga bulu tangkis berhasil dibangun, masing-masing di Kabupaten Aceh Barat Daya dan Kota Banda Aceh, dengan total anggaran mencapai belasan miliar rupiah. “Infrastruktur ini menjadi modal besar bagi kepengurusan berikutnya untuk meningkatkan pembinaan dan prestasi,” ujarnya.

Namun demikian, Safaruddin mengakui masih ada pekerjaan rumah yang belum tuntas, salah satunya menjadikan Aceh sebagai tuan rumah Sirkuit Nasional (Sirnas) PBSI. “Kendala utama selama ini adalah kesiapan sarana. Tapi dengan GOR yang sudah ada, saya optimistis Aceh bisa menjadi tuan rumah Sirnas ke depan,” katanya.

Menjelang Musprov, Safaruddin menyatakan membuka ruang bagi figur baru untuk melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan PBSI Aceh. Ia menilai regenerasi penting agar organisasi tetap dinamis. “Kepemimpinan ke depan harus diisi orang yang punya passion, senang dengan bulu tangkis, dan mau berkorban untuk pembinaan atlet,” ujarnya.

Ia menambahkan, latar belakang ketua tidak harus mantan atlet atau pejabat, tetapi harus memiliki komitmen kuat dan kepedulian terhadap perkembangan olahraga. “Yang paling penting jangan pelit perhatian. Atlet butuh motivasi, pembinaan, dan dukungan nyata,” kata Safaruddin.

Safaruddin berharap kepengurusan baru mampu mempertahankan prestasi yang sudah diraih, melahirkan lebih banyak atlet muda potensial, serta membawa bulu tangkis Aceh tampil lebih kompetitif di tingkat nasional. “Target realistisnya mempertahankan medali PON dan terus mencetak bibit baru. Mimpi besarnya, suatu hari ada atlet Aceh masuk Pelatnas PBSI,” ujarnya.

Musprov PBSI Aceh 2026 diharapkan menjadi titik awal pembaruan kepemimpinan dan penguatan sistem pembinaan demi masa depan bulu tangkis Aceh yang lebih berprestasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....