Deretan Mobil Listrik Paling Banyak Dicari di Indonesia

  • 30 Jan 2026 21:38 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Jakarta – Tren penggunaan kendaraan bermotor di Indonesia mulai bergeser signifikan. Masyarakat secara perlahan meninggalkan mobil berbahan bakar fosil dan beralih ke kendaraan listrik seiring meningkatnya kesadaran efisiensi energi, dukungan kebijakan pemerintah, serta semakin beragamnya pilihan mobil listrik di pasar domestik.

Berdasarkan data awal tahun 2026, pasar mobil listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia menunjukkan pertumbuhan pesat dengan dominasi merek asal Tiongkok, BYD. Model BYD Atto 3, BYD M6, dan BYD Sealion 07 tercatat sebagai kendaraan listrik yang paling banyak diminati dan memimpin penjualan nasional.

Selain BYD, Wuling turut mempertahankan posisinya melalui Wuling BinguoEV dan Air EV yang menyasar segmen mobil listrik kompak dan ekonomis. Kedua model ini menjadi pilihan utama masyarakat perkotaan karena dinilai cocok sebagai kendaraan harian dengan harga relatif terjangkau.

Sementara itu, Chery Omoda E5 juga masuk dalam jajaran mobil listrik terlaris. SUV listrik ini diminati karena desain sporty, fitur modern, serta banderol harga yang kompetitif untuk kelasnya. Di segmen premium, Denza D9 menempati posisi teratas sebagai MPV listrik mewah yang menyasar konsumen kelas menengah atas.

Pendatang baru seperti VinFast juga mulai mencuri perhatian pasar Indonesia. Model VF e34 dan VF5 berhasil menembus jajaran mobil listrik terlaris sepanjang 2025 hingga awal 2026, menandakan tingginya minat masyarakat terhadap merek baru dengan konsep kendaraan ramah lingkungan.

Sementara itu, Hyundai Ioniq 5 masih bertahan sebagai salah satu mobil listrik favorit di Indonesia. Sebagai pelopor EV yang diproduksi secara lokal, Ioniq 5 tetap diminati berkat desain futuristik dan reputasi merek yang kuat. Selain itu, GAC AION seri V dan Y serta MG 4 EV juga mulai banyak dilirik sebagai alternatif SUV listrik dengan keseimbangan antara performa dan harga.

Pengamat otomotif menilai, tingginya minat masyarakat terhadap mobil listrik dipengaruhi sejumlah faktor utama, di antaranya harga yang semakin kompetitif, jarak tempuh baterai yang semakin panjang, serta adanya insentif pemerintah berupa keringanan pajak dan dukungan infrastruktur pengisian daya.

Dengan tren tersebut, peralihan dari mobil bermesin pembakaran internal ke kendaraan listrik diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan, seiring upaya pemerintah mendorong transisi energi bersih dan pengurangan emisi karbon di sektor transportasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....