Atlet PON Aceh Pertanyakan Kepastian Bonus PON
- 31 Jul 2025 23:25 WIB
- Banda Aceh
KBRN, Banda Aceh: Keterlambatan pencairan bonus untuk atlet peraih medali PON Aceh-Sumut 2024 kembali menuai sorotan. Dalam dialog luar studio Jumat (25/7/2025), atlet Hapkido asal Aceh, Yulianto, menyuarakan kekecewaannya terhadap belum adanya kejelasan waktu pencairan bonus yang dijanjikan pemerintah.
Yulianto, peraih medali emas dari cabang olahraga Hapkido, mengaku kecewa karena sejak awal tahun, kepastian pencairan bonus terus berubah. “Dari Januari, lalu disebut akhir bulan, lalu Juni, sekarang katanya September. Tapi tidak pernah ada tanggal pasti. Yang disebut hanya ‘2025’, padahal 2025 itu panjang,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti berita yang menyebutkan anggaran sisa PON 2024 sebesar Rp110 miliar dan bonus atlet Rp90 miliar, yang sempat muncul namun kemudian menghilang dalam waktu singkat. “Kami sempat membahas berita itu, tapi langsung dihapus. Kenapa tidak ada keterbukaan?” ujarnya.
Tak hanya itu, Yulianto juga menyinggung minimnya perhatian pemerintah atas prestasi atlet di ajang internasional. “Tahun 2024 kami mewakili Aceh di kejuaraan Asia di Hong Kong dan meraih dua medali emas. Tapi tidak ada penyambutan atau apresiasi sepulang dari sana. Nol besar,” ujarnya.
Yulianto mengaku berasal dari keluarga kurang mampu dan berjuang keras menjadi atlet. “Kami bukan orang berada. Saya dari Aceh Singkil, datang ke Banda Aceh hanya modal nekad, kuliah dan bekerja di sini. Bonus sangat berarti bagi kami,” ucapnya.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Dispora Aceh, T. Banta Nuzullah, S.Pd, menjelaskan bahwa pengelolaan anggaran tidak bisa dilakukan secara sembarangan, sekalipun terdapat sisa dana.
“Kami juga tidak tahu soal berita-berita yang hanya lewat seperti itu. Jangan sampai kita terjebak dengan berita yang justru memperkeruh suasana. Soal sisa anggaran PON, pemanfaatannya tetap mengikuti regulasi. Tidak bisa langsung digunakan untuk keperluan lain, seperti bonus atlet,” tegas Banta.
Ia merinci bahwa dana PON 2024 berasal dari hibah APBA: Rp121 miliar pada akhir tahun 2023 dan Rp404 miliar pada masa pelaksanaan, sehingga total anggaran mencapai Rp525 miliar. “Setelah penyelenggaraan dan melalui proses pemeriksaan, ada sisa sekitar Rp87 miliar. Itu hasil penghematan. Tapi sekali lagi, tidak serta-merta bisa langsung digunakan untuk pencairan bonus,” jelasnya.
Dispora Aceh menyampaikan bahwa pencairan bonus masih menunggu proses APBA perubahan, dan pihaknya berharap hal ini dapat segera terealisasi. Pemerintah, kata Banta, tetap berkomitmen menghargai perjuangan para atlet.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....