Cerita Sukses Atlet Hapkido Aceh, Sabet Berbagai Gelar

  • 31 Jul 2025 19:46 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN, Banda Aceh: Siapa sangka, langkah awal Yulianto di dunia HAPKIDO justru dimulai dari menjadi panitia sebuah pelatihan bela diri. Kini, ia telah menorehkan prestasi gemilang, menyabet medali emas di berbagai kejuaraan nasional dan internasional. Kisah inspiratif ini disampaikannya dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh, Selasa (29/7/2025).

Yulianto mengawali ketertarikannya pada bela diri sejak 2011 dengan mengikuti pencak silat. Namun, pengalaman di cabang tersebut tidak berjalan mulus karena berbagai kendala dalam proses seleksi. Ia pun mencoba peruntungan di taekwondo pada 2014 saat menempuh kuliah di UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, meski awalnya hanya ikut-ikutan teman kos.

Perjalanan uniknya dimulai saat ia bergabung sebagai panitia dalam pelatihan HAPKIDO (bela diri asal Korea) pada 2016. Tidak disangka, pihak pelatih justru memintanya ikut serta dalam pelatihan sekaligus mengemban peran sebagai calon pelatih HAPKIDO di Aceh.

“Saya awalnya hanya bantu-bantu sebagai panitia, tapi kemudian master yang mengajar meminta saya ikut pelatihan juga. Dari situ, saya mulai serius dan dimandatkan menjadi pelatih HAPKIDO,” kenang Yulianto.

Ia menjelaskan bahwa HAPKIDO bukan sekadar bela diri yang mengandalkan kekuatan fisik, tetapi mengajarkan harmoni dan pengendalian diri. “Di HAPKIDO, kita tidak langsung menyerang atau melukai lawan. Misalnya saat dicekik atau ditodong, kita cukup melakukan kuncian sampai lawan menyerah tanpa harus menyakiti,” jelasnya.

Prinsip bela diri yang menekankan keseimbangan fisik dan mental ini menjadi daya tarik tersendiri bagi Yulianto. Ketekunannya berlatih membuahkan hasil dengan deretan prestasi membanggakan di berbagai kejuaraan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Kini, Yulianto tak hanya menjadi atlet berprestasi, tetapi juga turut membina generasi muda Aceh agar mengenal dan mengembangkan HAPKIDO. Ia berharap bela diri ini bisa menjadi alternatif positif bagi anak muda dalam membangun kedisiplinan dan karakter yang kuat.

“Harapan saya, semakin banyak anak muda Aceh yang mengenal HAPKIDO dan menjadikannya sebagai jalan prestasi serta pembentukan karakter,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....