Menteri PU Bakal Uji Geoteknik di Lokasi Longsor Aceh Tengah

  • 18 Sep 2026 16:51 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Aceh Tengah – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meminta dilakukan uji geoteknik di lokasi longsor Kampung Sanehen, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah, untuk memastikan kestabilan tanah dan menentukan langkah penanganan terhadap delapan rumah warga yang berada di sekitar lokasi. Kajian tersebut menjadi dasar untuk menentukan apakah kawasan masih dapat diperkuat atau perlu dilakukan relokasi demi keselamatan warga.

Menteri Dody menyampaikan, longsor di kawasan tersebut baru pertama kali terjadi. Karena itu, penanganan tidak boleh hanya dilakukan secara sementara, tetapi harus didasarkan pada kajian teknis agar keselamatan warga dapat terjamin dalam jangka panjang.

“Supaya yang kita kerjakan ke depan itu lebih komprehensif, saya minta dilakukan uji geoteknik dulu. Jadi supaya tahu kualitas tanahnya seperti apa, terus kira-kira kita bisa mengerjakan apa agar delapan rumah itu ke depan bisa terselamatkan,” kata Menteri Dody saat meninjau langsung lokasi longsor pada Jumat 18 September 2026.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo (tengah) saat meninjau lokasi longsor Kampung Sanehen, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah (Foto: Dok Kementerian PU)

Menteri Dody menjelaskan, uji geoteknik penting untuk mengetahui karakteristik tanah, tingkat kestabilan lereng, serta potensi pergerakan tanah berikutnya. Dengan demikian, pemerintah dapat menentukan solusi yang sesuai dengan kondisi lapangan dan tidak menimbulkan risiko baru bagi masyarakat.

Kementerian PU akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menindaklanjuti hasil kajian tersebut. Opsi penguatan tanah maupun relokasi akan dipertimbangkan berdasarkan tingkat kerawanan dan aspek keselamatan delapan rumah warga di sekitar lokasi longsor.

“Kalau memang kondisinya sudah parah, kita bisa usulkan ke kepala daerah sebaiknya mereka direlokasi. Tapi kalau bisa kita perbaiki, kita akan perkuat tanahnya,” jelasnya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Kementerian PU menghadirkan penanganan infrastruktur akibat bencana yang lebih terukur, sekaligus memastikan warga tidak kembali menghadapi ancaman longsor di kemudian hari.

Sebagai informasi, bencana tanah longsor di Kampung Sanehen terjadi di Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah, pada Minggu 13 September 2026 sore. Longsor terjadi akibat hujan deras tanpa henti yang mengguyur sejak siang hari.

Sebagai langkah tanggap darurat, Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I telah mengerahkan excavator untuk melakukan pembersihan material tanah longsor, sehingga material yang menutup lokasi dapat segera disingkirkan. Saat ini, alat berat tersebut masih disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi longsor susulan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....