Kementerian HAM RI Kecam Penembakan Warga Sipil di Jayawijaya

  • 13 Sep 2026 07:21 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (KemenHAM RI), mengecam keras penembakan terhadap tiga warga sipil yang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN), Dinas Pertanian di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan yang terjadi pada 9 September. KemenHAM RI menegaskan aksi pembunuhan yang dilakukan tidak dapat dibenarkan dan meminta agar pelaku diusut tuntas dan dihukum.

Adapun tiga korban dilaporkan meninggal dunia, setelah mengalami penembakan yang diduga dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB). Aparat masih melakukan penyelidikan dan pendalaman untuk memastikan kelompok yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

Juru Bicara KemenHAM RI, Thomas Harming Suwarta menegaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap warga sipil, tidak dapat dibenarkan dan bertentangan dengan prinsip penghormatan, serta pelindungan hak asasi manusia.

“KemenHAM RI mengecam keras penembakan tiga warga sipil di Jayawijaya ini. Pembunuhan ini sangat keji, terhadap warga sipil yang sedang mencari penghidupan atau nafkah di Papua. Kami juga meminta agar pelaku diusut tuntas dan dihukum,” lanjut Jubir KemenHAM RI, pada Sabtu, 12 September 2026.

Terkait adanya narasi beredar dari kelompok KKB, bahwa korban meninggal adalah agen intelijen, KemenHAM RI menegaskan pihaknya tidak memiliki kompetensi untuk menilai. KemenHAM RI meminta seluruh pihak yang terlibat untuk sama-sama menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperburuk situasi.

KemenHAM RI menegaskan bahwa keselamatan dan penghormatan terhadap hak warga sipil harus menjadi perhatian bersama dalam setiap situasi kekerasan. KemenHAM RI mendorong seluruh pihak mengutamakan langkah-langkah yang dapat menjaga keselamatan masyarakat, mencegah jatuhnya korban berikutnya, serta menyelesaikan persoalan melalui mekanisme hukum yang berlaku dan tetap menjunjung tinggi prinsip-prinsip hak asasi manusia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....