Pala Werianggi Berpotensi Jadi Produk Unggulan Berbasis Riset

  • 08 Sep 2026 16:55 WIB
  •  Banda Aceh
Poin Utama
  • TEP UI dorong bioprospeksi pala Werianggi berbasis riset dan pengujian ilmiah.
  • Pala berpeluang dikembangkan menjadi produk bernilai tambah di sektor pangan, kesehatan, kecantikan, dan obat-obatan.
  • Kapasitas UMKM diperkuat melalui pelatihan pengolahan, pengemasan, branding, pemasaran digital, dan standardisasi.

RRI.CO.ID, Papua Barat - Komoditas pala di Kampung Werianggi, Papua Barat, berpotensi dikembangkan menjadi produk unggulan berbasis kekayaan hayati lokal. Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Indonesia (UI) 2026 mendorong pengembangannya melalui pendekatan bioprospeksi yang didukung riset dan pengujian ilmiah.

Pala selama ini telah menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat Werianggi. Buah pala diolah menjadi sejumlah produk pangan, di antaranya manisan, permen, sari pala, serta kue bolu. Keberadaan UMKM Ayawata yang melibatkan ibu-ibu Kampung Werianggi juga menjadi contoh awal pemanfaatan komoditas lokal untuk menghasilkan produk bernilai tambah. Ketua TEP UI, Tri Wahyuni, Ph.D., mengatakan penelitian laboratorium diperlukan sebagai fondasi untuk mengetahui potensi bahan yang akan dikembangkan.

“Penelitian laboratorium menjadi salah satu fondasi karena dapat memberikan informasi ilmiah mengenai bahan yang akan dikembangkan,” kata Tri Wahyuni, Senin (6/9/2026).

Menurut TEP UI, pengujian melalui Laboratorium Farmasi UI dapat dilakukan melalui determinasi tumbuhan dan skrining fitokimia. Data yang dihasilkan dapat menjadi dasar dalam menentukan arah pengembangan produk secara lebih terukur.

Pendekatan tersebut diharapkan mengubah pemanfaatan pala dari sekadar produk konsumsi sederhana menjadi komoditas yang memiliki nilai tambah dan peluang pengembangan lebih luas. Selain sektor pangan, hasil penelitian lanjutan berpotensi membuka peluang pemanfaatan pala pada sektor kesehatan, kecantikan, maupun obat-obatan.

Namun, pengembangannya tetap harus memenuhi aspek keamanan, mutu, pembuktian manfaat, serta regulasi sesuai kategori produk. TEP UI juga mendorong penguatan kapasitas masyarakat dan UMKM melalui pelatihan pengolahan, pengemasan, branding, pemasaran digital, pencatatan usaha, serta standardisasi produksi.

Upaya tersebut diharapkan membangun ekosistem ekonomi berbasis kekayaan hayati lokal, sekaligus membuka peluang bagi masyarakat Papua Barat untuk meningkatkan nilai ekonomi pala dan mengembangkan produk unggulan daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....