Densus 88 Edukasi 1.642 Mahasiswa UIN Ar-Raniry

  • 26 Agt 2026 17:10 WIB
  •  Banda Aceh
Poin Utama
  • • Densus 88 dan UIN Ar-Raniry dorong sinergi menciptakan lingkungan kampus yang damai dan inklusif.
  • • Densus 88 edukasi 1.642 mahasiswa baru FTK UIN Ar-Raniry tentang wawasan kebangsaan dan literasi digital.
  • • Mahasiswa diingatkan mewaspadai NVE dan penyalahgunaan komunitas TCC yang menormalisasi konten kekerasan.

RRI.CO.ID, Banda Aceh — Tim Pencegahan Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Aceh Densus 88 Antiteror Polri memberikan edukasi wawasan kebangsaan dan literasi digital kepada 1.642 mahasiswa baru Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) yang berlangsung di Gedung Auditorium Ali Hasjmy, Banda Aceh, Rabu 26 Agustus 2026.

Sosialisasi mengangkat tema “Penguatan Wawasan Kebangsaan dan Literasi Digital dalam Upaya Pencegahan Paham IRET dan Paham NVE (Nihilistic Violent Extremism) atau Grup TCC (True Crime Community)”.

Kepala Tim Pencegahan Satgaswil Aceh Densus 88 AT Polri, Iptu Said Martunis, S.H., yang menjadi pemateri, mengatakan penguatan wawasan kebangsaan penting dilakukan sejak mahasiswa memasuki lingkungan perguruan tinggi.

Ia menekankan nilai-nilai Pancasila, toleransi, persatuan, dan kecintaan terhadap tanah air sebagai fondasi dalam membangun ketahanan mahasiswa terhadap berbagai pengaruh negatif.

“Mahasiswa harus mampu menjadi agen perubahan yang memiliki wawasan kebangsaan, menjunjung toleransi, menghargai perbedaan, serta menolak segala bentuk kekerasan dan diskriminasi,” ujar Said.

Menurutnya, mahasiswa FTK memiliki posisi strategis karena dipersiapkan menjadi calon tenaga pendidik yang nantinya turut membentuk karakter generasi masyarakat.

Selain wawasan kebangsaan, Densus 88 juga memberikan edukasi mengenai pentingnya literasi digital dalam menghadapi perkembangan informasi di media sosial.

Mahasiswa diperkenalkan dengan bahaya Nihilistic Violent Extremism atau NVE, yakni bentuk ekstremisme kekerasan yang berkembang melalui narasi yang membenarkan atau menormalisasi tindakan kekerasan.

Mahasiswa juga diingatkan untuk mewaspadai fenomena True Crime Community atau TCC apabila ruang komunitas tersebut disalahgunakan untuk mengagungkan, menormalisasi, maupun menyebarluaskan konten kekerasan secara tidak bertanggung jawab.

Said mengimbau mahasiswa agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang beredar di ruang digital. Mahasiswa diminta melakukan pengecekan fakta atau cross-check sebelum mempercayai maupun menyebarluaskan suatu informasi.

“Media sosial seharusnya dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk menyebarkan konten yang positif dan edukatif, bukan menjadi ruang untuk menyebarkan kebencian, kekerasan, intoleransi, maupun narasi ekstremisme,” katanya.

Sementara itu, Dekan FTK UIN Ar-Raniry Prof. Safrul Muluk, Ph.D. mengatakan, pembekalan wawasan kebangsaan dan literasi digital menjadi bagian penting dalam membangun karakter mahasiswa di tengah perkembangan teknologi informasi.

“Mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga harus memiliki karakter, kemampuan berpikir kritis, serta tanggung jawab dalam menggunakan media digital. Kami berharap kegiatan ini menjadi bekal bagi mahasiswa untuk menjaga lingkungan kampus tetap damai, inklusif, dan saling menghargai," kata Prof Safrul.

Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan FTK UIN Ar-Raniry, di antaranya Dekan FTK Prof. Safrul Muluk, Ph.D., Wakil Dekan Prof. Dr. Buhori Muslim, M.Ag., Samsul Kamal, M.Pd., dan Dr. Yusran, M.Pd., serta para ketua program studi dan jajaran pengurus BEM FTK.

Melalui kegiatan tersebut, Densus 88 menegaskan bahwa pencegahan paham radikal dan ekstremisme bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk perguruan tinggi.

Sinergi antara Densus 88 dan UIN Ar-Raniry diharapkan dapat terus diperkuat untuk menciptakan lingkungan akademik yang inklusif, damai, serta memiliki ketahanan terhadap pengaruh intoleransi dan ekstremisme.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....