Kemenag RI Dorong Transformasi Pengelolaan Rumah Ibadah

  • 10 Agt 2026 11:01 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Agama, Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya transformasi menyeluruh dalam pengelolaan rumah ibadah di Indonesia. Paradigma pengelolaan masjid modern saat ini harus bergeser dari sekadar fokus pada keindahan fisik dan pengumpulan sumbangan, menjadi pusat pelayanan publik yang inklusif, ramah lingkungan, serta

Masjid Istiqlal bisa menjadi contoh konkret tempat ibadah yang ramah lingkungan (Green Mosque) dan kaya fungsi sosial. Model ini diharapkan dapat direplikasi oleh lebih dari 800 ribu masjid di seluruh pelosok tanah air.

"Mari kita jadikan model-model pengelolaan masjid modern, misalnya seperti Masjid Istiqlal, sebagai contoh yang bisa ditiru oleh 800 ribu masjid di Indonesia. Insyaallah, bukan lagi kita (umat) yang memberdayakan masjid, tapi masjid yang memberdayakan umat," tegas Menag, di Jakarta, pada Minggu, 9 Agustus 2026.

Menag memaparkan bahwa esensi transformasi masjid modern, tidak berhenti pada arsitektur atau keindahan fisik semata, melainkan pada wujud nyata pelayanan sosial yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Masjid modern dituntut hadir menyelesaikan persoalan dasar umat melalui penyediaan program bantuan, layanan konsultasi keluarga dan hukum, hingga fasilitas pendidikan.

Adapun eterlibatan masjid dalam menjaga kelestarian lingkungan, merupakan wujud nyata rumah ibadah yang produktif dan efisien."Pengelolaan rumah ibadah ke depan harus memiliki kepedulian ekologis. Misalnya, di Masjid Istiqlal sudah menggunakan solar system dan pemanfaatan daur ulang air wudhu dalam upaya efisiensi energinya. Tidak hanya ramah lingkungan, aspek pendidikan di Istiqlal juga menjadi sorotan Menag, sebagai wujud pelayanan inklusif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....