Pelabuhan Sabang Bakal Terhubung dengan Andaman dan Nicobar

  • 09 Jul 2026 10:47 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh– Pelabuhan Sabang berpeluang menjadi pintu gerbang konektivitas maritim Indonesia dan India setelah Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi menyepakati penguatan kerja sama pengembangan pelabuhan yang menghubungkan Sabang dengan Kepulauan Andaman dan Nicobar.

Kesepakatan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam keterangan pers bersama PM Narendra Modi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa 7 Juli 2026. Menurut Presiden, peningkatan konektivitas menjadi langkah strategis untuk mempererat hubungan masyarakat sekaligus mendorong kerja sama ekonomi kedua negara.

"Saya menyampaikan dukungan terhadap pembangunan pelabuhan di Kepulauan Andaman dan Nicobar di India, serta pengembangan dan pembangunan Pelabuhan Sabang di Aceh," kata Presiden Prabowo.

Pengembangan kedua pelabuhan itu diharapkan membuka jalur konektivitas laut yang lebih efektif antara Indonesia dan India. Letak geografis Sabang yang berada di ujung barat Indonesia dinilai strategis karena berhadapan langsung dengan jalur pelayaran internasional dan relatif dekat dengan Kepulauan Andaman dan Nicobar.

Selain memperlancar mobilitas masyarakat, konektivitas maritim tersebut juga diproyeksikan memperkuat arus perdagangan, investasi, dan distribusi logistik antara kedua negara.

Presiden Prabowo mengatakan penguatan hubungan antarmasyarakat akan semakin mudah terwujud melalui peningkatan konektivitas yang didukung infrastruktur pelabuhan di kedua wilayah.

Tidak hanya sektor transportasi laut, Indonesia dan India juga menyepakati penguatan kerja sama di berbagai bidang, mulai dari politik, keamanan, ekonomi, energi, kesehatan, pendidikan, hingga kebudayaan.

Di sektor perdagangan, kedua negara berkomitmen mempercepat pembahasan Indonesia–India Preferential Trade Agreement serta meningkatkan implementasi ASEAN–India Trade in Goods Agreement guna memperluas akses pasar dan meningkatkan nilai perdagangan bilateral.

Sementara di sektor keuangan, kedua pemimpin menyambut kemajuan pembahasan sistem pembayaran lintas negara berbasis QR (cross-border QR payment linkage) yang diharapkan memudahkan transaksi masyarakat Indonesia dan India.

Kerja sama juga akan diperluas pada bidang energi melalui pengembangan pembangkit listrik tenaga surya, pertukaran teknologi, dan peningkatan kapasitas teknologi nuklir.

Pada sektor pendidikan, kedua negara mendukung rencana pendirian kampus Indian Institute of Management di Indonesia, menjajaki pembentukan Indian Institute of Technology, serta meningkatkan jumlah mahasiswa Indonesia yang melanjutkan studi di India.

Presiden Prabowo berharap seluruh kesepakatan yang telah dicapai dapat segera direalisasikan sehingga memberikan manfaat nyata bagi kedua negara, termasuk menjadikan Pelabuhan Sabang sebagai salah satu simpul strategis kerja sama maritim Indonesia dan India.

Kota Sabang memiliki posisi geografis yang sangat strategis karena terletak di Pulau Weh, Provinsi Aceh, tepat di ujung barat Indonesia. Wilayah ini berada di pintu masuk Selat Malaka, salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia yang menghubungkan Samudra Hindia dengan Laut China Selatan. Kedekatan Sabang dengan Kepulauan Andaman dan Nicobar, India, menjadikannya memiliki nilai strategis dalam konektivitas kawasan Indo-Pasifik.

Secara geografis, Sabang merupakan titik awal wilayah Indonesia yang dikenal dengan Titik Nol Kilometer Indonesia. Lokasinya hanya berjarak sekitar 700 kilometer dari Kepulauan Andaman dan Nicobar, sehingga lebih dekat dibandingkan sejumlah pelabuhan utama lainnya di Indonesia. Posisi ini memberikan keuntungan besar dalam pengembangan jalur pelayaran internasional, distribusi logistik, serta perdagangan lintas negara.

Di sektor ekonomi, Sabang memiliki potensi besar sebagai pusat kegiatan maritim. Pelabuhan Sabang berpeluang berkembang menjadi pelabuhan transshipment, yakni tempat kapal-kapal internasional melakukan bongkar muat barang sebelum didistribusikan ke berbagai wilayah Indonesia maupun negara tetangga. Pengembangan pelabuhan juga dapat menekan biaya logistik dan mempercepat arus perdagangan di kawasan barat Indonesia.

Selain perdagangan, sektor perikanan menjadi potensi unggulan Sabang. Perairan Sabang yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia memiliki sumber daya ikan yang melimpah dan menjadi salah satu daerah penangkapan ikan strategis di Indonesia. Potensi tersebut dapat mendorong berkembangnya industri perikanan tangkap, pengolahan hasil laut, hingga ekspor produk perikanan.

Sabang juga memiliki prospek besar dalam pengembangan industri pendukung maritim, seperti jasa kepelabuhanan, pergudangan, perawatan kapal (ship maintenance), hingga layanan pengisian bahan bakar kapal. Keberadaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (KPBPB Sabang) menjadi daya tarik tambahan bagi investasi di sektor logistik dan industri maritim.

Di bidang pariwisata, konektivitas laut yang semakin baik juga berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya dari India dan negara-negara Asia Selatan. Destinasi wisata bahari seperti Pulau Rubiah, Pantai Iboih, dan kawasan selam kelas dunia akan semakin mudah diakses apabila jalur pelayaran internasional berkembang.

Rencana pengembangan konektivitas antara Pelabuhan Sabang dan Kepulauan Andaman-Nicobar yang disepakati pemerintah Indonesia dan India membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi kawasan. Jalur laut tersebut tidak hanya memperkuat hubungan bilateral kedua negara, tetapi juga berpotensi menjadikan Sabang sebagai simpul logistik, perdagangan, dan pariwisata di kawasan Samudra Hindia.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....