Wamendikdasmen Sebut Pembelajaran Mendalam Siapkan Generasi Tangguh Hadapi Era

  • 29 Jun 2026 11:05 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat menyampaikan bahwa kemajuan teknologi menghadirkan peluang, sekaligus tantangan baru bagi generasi muda. Adapun di tengah pesatnya transformasi digital, penguasaan teknologi saja tidak lagi cukup. Generasi masa depan juga perlu memiliki kemampuan berpikir mendalam, memecahkan masalah, berkolaborasi, serta beradaptasi dengan perubahan yang berlangsung semakin cepat.

Menurutnya pendidikan memegang peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga tangguh menghadapi dinamika kehidupan. Sejalan dengan kebutuhan tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mendorong transformasi pembelajaran melalui pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) melalui proses belajar yang bermakna, reflektif, dan relevan dengan tantangan nyata.

Adapun transformasi digital telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan, mulai dari interaksi sosial, aktivitas ekonomi, hingga tata kelola global. Perubahan tersebut juga menghadirkan berbagai isu baru, seperti keamanan siber, perlindungan data pribadi, kejahatan lintas negara, dan pemanfaatan kecerdasan artifisial yang membutuhkan pemahaman hukum, etika, serta kolaborasi lintas negara. Ia menambahkan bahwa pendidikan harus mampu membentuk peserta didik yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki karakter kuat, kreativitas, kemampuan bernalar kritis, dan kecakapan mengambil keputusan secara bertanggung jawab.

"Perkembangan teknologi saat ini berlangsung sangat cepat. Karena itu, generasi muda harus memiliki kemampuan untuk terus belajar, beradaptasi, berpikir kritis, serta memahami berbagai dampak dari perkembangan teknologi digital," ujarnya, pada Minggu, 28 Juni 2026.

Semangat tersebut menjadi landasan penguatan Pembelajaran Mendalam yang saat ini terus didorong Kemendikdasmen. Melalui pendekatan ini, peserta didik diajak memahami konsep secara utuh, menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari, serta mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi agar mampu menghadapi berbagai persoalan yang semakin kompleks.

Wamendikdasmen juga mengingatkan bahwa setiap aktivitas di ruang digital memiliki konsekuensi hukum, etika, dan tanggung jawab yang perlu dipahami sejak dini. Oleh karena itu, literasi digital perlu berjalan beriringan dengan penguatan karakter dan kemampuan berpikir kritis.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....