BMKG: Hujan Ringan hingga Sedang Dominasi Cuaca Nasional
- 27 Apr 2026 10:34 WIB
- Banda Aceh
Poin Utama
- Hujan Ringan hingga Sedang Dominasi Cuaca Nasional
- BMKG mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap potensi cuaca ekstrem
- Diperlukan langkah strategis untuk antisipasi cuaca ekstrem
RRI.CO.ID, Jakarta — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di kota-kota besar Indonesia pada Senin didominasi hujan ringan hingga sedang.
Prakirawan BMKG, Bintari, dalam siaran daring dari Jakarta menyampaikan, wilayah Sumatera seperti Aceh, Medan, Padang, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Bengkulu, Palembang, dan Pangkal Pinang berpotensi diguyur hujan ringan hingga sedang. Sementara Jambi dan Bandar Lampung diprakirakan berawan.
“Untuk Pulau Jawa, hujan ringan hingga sedang diprakirakan merata di kota-kota besar seperti di Serang, Jakarta, Bandung, Semarang, dan Yogyakarta. Sementara Surabaya berpotensi hujan lebat disertai petir,” ujarnya.
Di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, hujan ringan berpotensi terjadi di Denpasar dan Mataram, sedangkan Kupang diprakirakan berawan tebal. Untuk Kalimantan, hujan ringan hingga sedang berpeluang terjadi di Samarinda, Palangkaraya, dan Pontianak, sementara hujan disertai petir perlu diwaspadai di Tanjung Selor dan Banjarmasin.
BMKG juga memprakirakan cuaca berawan di Manado dan Kendari. Adapun hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi di Makassar, Mamuju, Gorontalo, dan Palu. Sementara di Indonesia bagian timur, hujan ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di Ternate, Nabire, Jayapura, Jayawijaya, dan Merauke. Manokwari diprakirakan berawan dan Sorong berpotensi hujan lebat disertai petir.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Selain itu, BMKG menegaskan pentingnya kesiapsiagaan lintas sektor menghadapi musim kemarau 2026 yang diprakirakan lebih kering dan berlangsung lebih panjang dari kondisi normal.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan kondisi iklim global saat ini berada pada fase netral dengan indeks ENSO sekitar +0,28. Namun pada semester kedua 2026 diprakirakan berkembang menuju fase El Nino lemah hingga moderat dengan peluang 50–80 persen.
“Perlu dipahami bahwa kemarau dan El Nino itu adalah dua fenomena yang berbeda dan tidak selalu terjadi bersamaan. Kemarau tetap akan datang setiap tahun di Indonesia. Tapi jika El Nino terjadi bertepatan dengan musim kemarau, maka kemaraunya akan menjadi jauh lebih kering,” katanya.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, BMKG merekomendasikan langkah strategis seperti penguatan manajemen waduk dan irigasi berbasis data, operasi modifikasi cuaca, serta kampanye efisiensi penggunaan air dan energi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....