Korban Meninggal Akibat Bencana Sumatera Capai 1.138 Jiwa
- 27 Des 2025 22:55 WIB
- Banda Aceh
KBRN, Banda Aceh: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat kembali bertambah menjadi 1.138 jiwa, pada Sabtu (27/12/2025).
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menyampaikan bahwa proses pencarian dan pertolongan (SAR) masih terus dilakukan, meskipun di sejumlah kawasan permukiman intensitas pencarian mulai dikurangi.
“Untuk kawasan hunian dan pusat aktivitas warga, kemungkinan masih ditemukannya jasad korban sudah semakin kecil. Namun tim SAR gabungan tetap melanjutkan pencarian di titik-titik yang dinilai masih berpotensi,” kata Abdul Muhari.
Selain korban meninggal, BNPB mencatat 163 orang masih dinyatakan hilang dan 49.846 jiwa lainnya mengungsi. Para pengungsi tersebar di lokasi pengungsian resmi, tenda-tenda darurat, serta rumah keluarga atau kerabat secara mandiri. Pihaknya bersama pemerintah daerah juga terus melakukan pendataan dan pencocokan identitas korban secara by name by address melalui data kependudukan. Data tersebut akan menjadi dasar penentuan hak ahli waris, termasuk terkait hunian sementara (huntara), relokasi permukiman, serta penyaluran dana santunan.
Adapun hingga saat ini, 19 kabupaten/kota di tiga provinsi terdampak telah menetapkan status transisi darurat, terdiri dari enam kabupaten/kota di Aceh, enam di Sumatera Utara, dan tujuh di Sumatera Barat. Sementara itu, empat kabupaten/kota lainnya masih dalam proses penetapan peralihan dari status tanggap darurat menuju transisi darurat.
Abdul Muhari menjelaskan, pada fase tanggap darurat prioritas utama adalah pencarian dan pertolongan korban serta pemenuhan kebutuhan logistik. Memasuki fase transisi darurat, kegiatan tersebut tetap berjalan, namun pemerintah mulai mempersiapkan tahap awal rehabilitasi dan rekonstruksi, termasuk pembangunan hunian sementara, pembersihan lingkungan, dan revitalisasi infrastruktur.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....