Airdrop Hercules Percepat Distribusi Bantuan Bencana
- 09 Des 2025 00:40 WIB
- Banda Aceh
KBRN, Aceh Besar: Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI M. Tonny Harjono melaporkan efektivitas operasi udara dalam pengiriman bantuan ke wilayah-wilayah terdampak bencana di Sumatera. Laporan tersebut disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di Posko Terpadu Penanganan Bencana Alam Aceh, Pangkalan Udara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Minggu (7/12/2025).
Marsekal Tonny menjelaskan bahwa TNI AU menerapkan dua metode pengiriman bantuan, yakni pendaratan helikopter serta airdrop menggunakan pesawat fixed wing untuk daerah yang tidak dapat diakses jalur darat maupun udara terbatas.
“Terdapat bantuan yang didistribusikan melalui helikopter dengan mendarat langsung, namun sebagian lainnya kami laksanakan dengan airdrop lewat pesawat,” ujarnya.
Menurut Kasau, TNI AU mengoperasikan tiga pesawat Hercules, CN-295, dan Cassa 212 untuk mendukung operasi tersebut. Untuk pesawat Cassa 212 dan CN-295 digunakan hel box, yaitu kotak bantuan berisi sekitar 5 kilogram logistik yang dijatuhkan dari udara dengan mekanisme putaran sehingga mendarat lebih lembut.
“Hingga saat ini sudah 700 hel box kami dropping, dan masih ada 5.000 hel box yang telah dicetak dan disiagakan di Lanud Soewondo Medan,” terangnya.
Untuk wilayah yang membutuhkan pengiriman dalam jumlah besar, TNI AU menggunakan metode airdrop dengan pesawat Hercules menggunakan parasut personal yang telah kedaluwarsa namun masih layak pakai untuk barang.
“Satu bundle Hercules memiliki berat 150–165 kilogram. Kami telah menurunkan 122 bundle melalui low altitude airdrop,” kata Marsekal Tonny.
Ia mencontohkan operasi dua hari terakhir di Belang Kejeren, Gayo Lues, yang sebenarnya memiliki landasan, namun hanya dapat didarati pesawat Cassa dengan kapasitas maksimal 1,5 ton.
“Dengan Hercules, sekali dropping bisa mencapai 5,7 ton. Satu kali drop 36 bundle, sehingga jauh lebih efektif dibandingkan pendaratan pesawat kecil,” jelasnya.
Kasau menegaskan bahwa strategi airdrop ini menjadi kunci untuk mengatasi keterbatasan akses, terutama di desa-desa terpencil dan terisolasi akibat banjir serta longsor.
“TNI AU memastikan seluruh wilayah yang tidak bisa dijangkau darat tetap menerima bantuan secara cepat dan aman,” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....