Wamen Komdigi Tegaskan Percepatan Pemulihan Komunikasi Aceh
- 05 Des 2025 15:15 WIB
- Banda Aceh
KBRN, Banda Aceh: Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Nezar Patria, menegaskan bahwa pemerintah terus mempercepat pemulihan infrastruktur komunikasi pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda 18 kabupaten/kota di Aceh. Hal tersebut disampaikan dalam wawancara eksklusif bersama RRI Banda Aceh pada Jumat (05/12/2025), setelah dirinya meninjau langsung beberapa wilayah terdampak.
Nezar menjelaskan bahwa sejumlah titik terdampak mengalami gangguan layanan akibat putusnya pasokan listrik, akses jalan yang terbatas, serta kerusakan perangkat jaringan di lapangan. "Beberapa lokasi benar-benar sulit dijangkau. Infrastruktur komunikasi terdampak cukup signifikan, terutama di daerah yang masih terisolasi," ujarnya.
Dalam masa tanggap darurat ini, Komdigi melakukan koordinasi intensif lintas sektor dengan pemerintah daerah, BNPB, TNI–Polri, serta operator telekomunikasi. Nezar menegaskan bahwa sinergi ini menjadi kunci dalam percepatan pemulihan. “Koordinasi awal sudah dilakukan sejak hari pertama. Fokus kami adalah memastikan backbone komunikasi berfungsi agar layanan dasar bisa kembali menyala,” katanya.
Nezar juga menyampaikan bahwa pemerintah menyiapkan penambahan fasilitas komunikasi darurat, seperti mobile BTS dan perangkat VSAT, khususnya untuk wilayah yang masih terputus total. Langkah ini ditujukan untuk membuka kembali jalur komunikasi bagi tim evakuasi, medis, dan masyarakat.
Terkait estimasi waktu pemulihan jaringan, Wamen menyebutkan bahwa proses ini sangat bergantung pada kondisi lapangan dan akses energi. “Jika pasokan listrik stabil, recovery bisa jauh lebih cepat. Namun kita bekerja dengan skenario bertahap. Targetnya, layanan inti dapat kembali stabil dalam beberapa hari ke depan,” jelasnya.
Menurutnya, keterbatasan BBM yang berdampak pada suplai listrik untuk BTS menjadi tantangan tersendiri. Pemerintah, kata Nezar, telah menyiapkan strategi bersama Pertamina dan pemerintah daerah untuk memastikan suplai energi prioritas. “Kami pastikan BTS vital mendapat prioritas pasokan. Tidak boleh ada titik yang gelap total ketika masyarakat sangat membutuhkan informasi,” tegasnya.
Ia juga menyoroti kebutuhan dukungan tambahan bagi teknisi dan operator di lapangan, terutama logistik, peralatan cadangan, serta akses transportasi. “Teman-teman teknis bekerja tanpa henti. Dukungan bagi mereka harus terus mengalir,” ujarnya.
Dalam hal akses informasi publik, Nezar menegaskan bahwa Komdigi berkomitmen menjamin aliran informasi yang cepat, akurat, dan terverifikasi. Sistem komunikasi darurat diaktifkan untuk memastikan masyarakat menerima informasi resmi, termasuk peringatan dini dan perkembangan penanganan bencana.
Melihat Aceh sebagai wilayah rawan bencana, Nezar menegaskan pentingnya memperkuat ketahanan infrastruktur digital ke depan. Ia menyebutkan rencana pembangunan infrastruktur yang lebih tangguh, penambahan jalur redundansi, serta peningkatan kapasitas komunikasi darurat di daerah rawan.
Wamen menyampaikan pesan khusus kepada masyarakat Aceh. “Tetap waspada, saling membantu, dan ikuti informasi resmi dari pemerintah. Pemulihan ini membutuhkan kekuatan bersama,” ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada RRI Banda Aceh sebagai Radio Tanggap Bencana yang sejak 26 November terus menyiarkan informasi terkini. “RRI memainkan peran sangat penting. Informasi yang cepat dan terpercaya dari RRI membantu masyarakat tetap tenang dan terarah," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....