Kue Karah : Cemilan Tradisional Mirip Sangkar Burung
- 03 Jul 2024 00:23 WIB
- Banda Aceh
KBRN, Banda Aceh : Kue Karah, atau sering juga disebut "Karah-Karah," adalah salah satu kue tradisional khas Aceh yang memiliki rasa manis dan tekstur renyah. Kue ini dikenal dengan bentuknya yang unik menyerupai jaring laba-laba atau anyaman rotan, membuatnya tidak hanya lezat tetapi juga menarik untuk dilihat. Kue Karah adalah bagian dari warisan kuliner Aceh yang masih dinikmati hingga saat ini, terutama pada acara-acara tertentu dan sebagai camilan sehari-hari.
Kue Karah telah menjadi bagian dari budaya kuliner Aceh sejak lama. Tidak ada catatan pasti tentang kapan pertama kali kue ini dibuat, namun kue ini diyakini sudah ada sejak zaman dahulu dan diwariskan dari generasi ke generasi. Kue Karah sering disajikan pada acara-acara khusus seperti pesta pernikahan, kenduri, dan perayaan hari-hari besar keagamaan.
Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat Kue Karah cukup sederhana dan mudah didapatkan. Bahan utamanya adalah tepung beras, gula, dan air. Beberapa variasi resep juga menambahkan santan atau bahan-bahan lainnya untuk menambah cita rasa.
Bahan-Bahan:
• 250 gram tepung beras
• 100 gram gula pasir
• 200 ml air
• Sejumput garam
• Minyak goreng secukupnya
Cara Pembuatan:
• Membuat Adonan: Campurkan tepung beras, gula, garam, dan air dalam sebuah mangkuk besar. Aduk hingga semua bahan tercampur rata dan membentuk adonan yang cukup kental.
• Membentuk Kue: Tuangkan adonan ke dalam cetakan khusus Kue Karah yang berbentuk corong dengan lubang kecil di ujungnya. Jika tidak ada cetakan khusus, Anda bisa menggunakan plastik segitiga (piping bag) dan memotong ujungnya sedikit untuk membuat lubang kecil.
• Menggoreng: Panaskan minyak dalam wajan dengan api sedang. Semprotkan adonan dari cetakan ke dalam minyak panas dengan gerakan melingkar hingga membentuk jaring-jaring atau pola yang diinginkan. Goreng hingga kue berwarna kuning keemasan dan kering.
• Penyajian: Angkat kue dan tiriskan minyaknya. Biarkan dingin sejenak sebelum disajikan.
Kue Karah memiliki keunikan pada bentuknya yang menyerupai jaring laba-laba, yang membutuhkan keterampilan dan kesabaran untuk membuatnya. Rasa kue ini manis dengan tekstur yang renyah, menjadikannya camilan yang disukai oleh banyak orang, baik anak-anak maupun orang dewasa.
Dikutip dari laman Indonesia Kaya disebutkan, bahan dan cara pembuatannya sederhana, Kue Karah memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Aceh. Kue ini sering kali menjadi bagian dari hantaran atau bingkisan pada acara-acara adat dan keagamaan. Selain itu, Kue Karah juga dapat ditemukan di pasar-pasar tradisional dan toko-toko kue di Aceh, menandakan popularitasnya yang masih bertahan hingga kini.
Keukarah dapat dengan mudah ditemui di kios oleh-oleh khas Aceh yang ada di Banda Aceh. Keukarah juga dapat ditemukan di sekitar objek wisata sejarah, Rumah Cut Nyak Dhien, yang terletak di jalan raya dari Banda Aceh menuju ke Lampuuk atau Meulaboh. Camilan yang juga disebut ‘kue sarang burung’ (eumpueng miriek) ini memang awalnya berkembang di daerah pesisir barat Aceh. Selain di Aceh, penganan yang mirip dengan keukarah juga dapat ditemui di Sumatera Barat, tetapi tidak sepopuler di Aceh.
Makanya, Kue Karah ini tidak hanya menjadi camilan yang nikmat tetapi juga bagian dari warisan budaya yang harus dilestarikan. Melalui Kue Karah, kita dapat merasakan sedikit dari kekayaan kuliner Aceh yang begitu beragam dan penuh dengan sejarah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....