Mengapa Warung Nasi Padang Ada di Mana-Mana?
- 17 Sep 2026 19:16 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Warung nasi Padang menjadi salah satu pilihan kuliner yang mudah ditemukan di berbagai daerah Indonesia, bahkan warung makan asal tanah minang ini juga dapat ditemukan di luar negeri. Dari kota-kota besar hingga wilayah yang jauh dari Sumatera Barat, rumah makan yang menyajikan masakan Minangkabau ini hadir dengan beragam menu, mulai dari rendang, gulai, ayam pop hingga sambal khas.
Keberadaan rumah makan Padang di berbagai daerah tidak terlepas dari tradisi merantau masyarakat Minangkabau. Para perantau membawa keterampilan memasak dan budaya kuliner dari kampung halaman ke daerah tempat mereka menetap. Seiring berkembangnya aktivitas perdagangan dan perpindahan masyarakat, rumah makan yang menyajikan masakan Minangkabau pun semakin mudah dijumpai di luar Sumatera Barat.
Menariknya, istilah rumah makan Padang sendiri memiliki sejarah yang cukup panjang. Peneliti Universitas Leiden, Suryadi Sunuri, menyebut penggunaan istilah restoran Padang telah ditemukan dalam iklan surat kabar pada 1937. Saat itu, istilah yang digunakan adalah “Padangsch Restaurant”, yang kemudian berkembang dalam penggunaan bahasa Indonesia menjadi restoran atau rumah makan Padang.
Masakan yang disebut sebagai nasi Padang juga tidak hanya berasal dari Kota Padang. Sejumlah daerah di Sumatera Barat, seperti Bukittinggi, Solok, Padang Pariaman, dan Payakumbuh, memiliki tradisi kuliner Minangkabau dengan karakter dan ragam hidangan masing-masing. Namun, istilah nasi Padang kemudian lebih dikenal luas sebagai sebutan untuk sajian nasi dengan aneka masakan khas Minang.
Popularitasnya turut dipengaruhi karakter hidangan yang terdiri atas nasi, lauk, sayuran, sambal, serta kuah berbumbu. Kombinasi tersebut membuat konsumen dapat memilih berbagai jenis makanan dalam satu sajian. Sejarawan Minangkabau Gusti Asnan menyebut kebiasaan masyarakat Indonesia yang menyukai perpaduan nasi dan beragam lauk menjadi salah satu faktor yang membuat masakan Padang mudah diterima.
Daya tarik kuliner Minang juga terlihat dari popularitas rendang. Dalam survei CNN pada 2017, rendang menempati posisi teratas dalam daftar makanan terenak di dunia. Selain cita rasa, penggunaan rempah dan teknik memasak tradisional menjadi bagian penting dari karakter masakan tersebut.
Ada pula kebiasaan unik dalam menikmati nasi Padang, yakni makan menggunakan tangan. Pakar kuliner Minang Reno Andam Suri menjelaskan, cara tersebut telah menjadi kebiasaan masyarakat Minangkabau karena tangan dinilai memudahkan saat menyantap makanan dengan tulang atau kuah, seperti gulai kepala ikan dan gulai cancang.
Pada akhirnya, menjamurnya warung nasi Padang di berbagai daerah bukan sekadar soal bisnis kuliner. Kehadirannya menjadi bagian dari perjalanan budaya merantau masyarakat Minangkabau sekaligus cara memperkenalkan kekayaan masakan Sumatera Barat kepada masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....