Kue Mochi Kontroversial Ini Bikin Warganet Vietnam Heboh
- 24 Jul 2026 12:46 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Ada satu kue yang tidak pernah absen jadi bahan obrolan setiap kali Pertengahan Musim Gugur tiba di Vietnam. Bentuknya sederhana, warnanya putih pucat khas mochi tradisional, tapi kehebohan yang ditimbulkannya jauh dari kata biasa.
Namanya kue "thị phi", julukan yang secara harfiah berarti "gosip" atau "kontroversi". Setiap musim kue ini beredar, perdebatan di media sosial selalu ikut memanas, dan semuanya bermula dari Nguyễn Hồng Nhung, istri seniman ternama Xuân Bắc, yang memperkenalkan kue dẻo isi pasta biji teratai dan telur asin ini hingga viral sejak 2025.
Yang membuat kue ini berbeda bukan sekadar rasanya, melainkan ukurannya yang jauh dari kata mungil. Satu potong bisa mencapai 350 gram dan menyembunyikan empat butir kuning telur asin utuh di baliknya, kombinasi yang memadukan gurih telur asin dengan manis lembut pasta biji teratai.
Cara menikmatinya pun tidak konvensional, sebab alih-alih dipotong langsung, kue ini justru harus didinginkan dulu di kulkas. Setelah mengeras, kue ditekan hingga pipih sebelum diiris tipis, membuat empat kuning telur asin tersebar merata di setiap gigitan.
Soal harga, kue ini jelas bukan jajanan kaki lima biasa. Satu buah dibanderol sekitar 205 ribu rupiah, atau 308 ribu rupiah untuk sepasang, angka yang bagi sebagian orang terasa terlalu mahal untuk kue tradisional.
Perdebatan pun tak terelakkan di kolom komentar berbagai platform. Sebagian membela harga tersebut karena bahan premium seperti biji teratai asal Huế, sementara yang lain menilai rasanya belum sebanding, meski anehnya semakin ramai diperdebatkan justru semakin laris penjualannya hingga produsen kewalahan memenuhi pesanan.
Kesuksesan ini pun menular ke toko-toko kue kecil lainnya. Banyak pelaku usaha rumahan ikut membuat versi mereka sendiri dengan harga sedikit lebih terjangkau dibanding versi aslinya.
Memasuki musim Pertengahan Musim Gugur 2026, tren ini rupanya belum juga surut. Kini beredar dua versi kue thị phi yang lama dengan rasa manis tajam namun aroma bunga jeruk bali yang khas, dan versi baru dengan rasa lebih terkendali tapi kehilangan aroma bunga tersebut.
Fluktuasi harga turut mewarnai drama di balik layar kue viral ini. Hanya dalam semalam, harga dapat naik yang memicu kekecewaan sejumlah pelanggan setia.
Terlepas dari segala kontroversi soal harga dan rasa, satu hal yang tidak bisa dibantah. Kue dẻo thị phi membuktikan bahwa tradisi kuliner bisa tetap relevan bagi generasi baru, asalkan dikemas dengan cerita dan cara penyajian yang berbeda.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....