Lezatnya Donat dengan Bahan Olahan Labu

  • 13 Apr 2026 17:21 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Kreativitas mengolah bahan pangan lokal kembali ditunjukkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Aceh. Zahida, pemilik usaha Donat Latela, menghadirkan inovasi donat berbahan dasar labu dan ketela yang tidak hanya lezat, tetapi juga lebih sehat dan bernilai ekonomi tinggi.

Hal tersebut disampaikannya dalam Dialog UMKM Talks Radio Programa 1 RRI Banda Aceh, Senin 13 April 2026, dengan tema “Manis & Sehat: Kisah Zahida Mengolah Labu Menjadi Donat Latela.” Dalam kesempatan itu, Zahida menceritakan perjalanan usahanya yang berawal dari skala rumahan hingga kini mampu berkembang dan dikenal masyarakat luas.

Zahida mengungkapkan bahwa ide awal Donat Latela muncul dari keinginan memanfaatkan bahan lokal yang mudah didapat, seperti labu dan ketela. Menurutnya, kedua bahan tersebut memiliki kandungan gizi yang baik dan dapat menjadi alternatif pangan sehat di tengah tingginya konsumsi makanan instan.

“Labu dan ketela ini kaya serat dan lebih sehat. Kami ingin menghadirkan camilan yang tidak hanya enak, tapi juga punya nilai gizi,” ujarnya.

Dalam proses produksinya, Zahida menekankan pentingnya menjaga kualitas bahan dan tidak menggunakan pengawet. Donat Latela diproduksi secara higienis dengan berbagai varian rasa dan inovasi topping yang menyesuaikan selera pasar, termasuk varian bomboloni yang kini diminati kalangan anak muda.

Zahida, pemilik usaha Donat Latela, menghadirkan inovasi donat berbahan dasar labu dan ketela yang tidak hanya lezat, tetapi juga lebih sehat dan bernilai ekonomi tinggi, dalam Dialog UMKM Talks Radio Programa 1 RRI Banda Aceh, Senin (13/4). Foto : RRI?Lis.

Seiring perjalanan usaha, Zahida mengakui berbagai tantangan yang dihadapi, terutama saat pandemi yang berdampak pada penurunan penjualan. Namun, ia mampu bertahan dengan memanfaatkan pemasaran digital dan memperkuat jaringan pelanggan melalui penjualan daring.

“Kami tidak hanya mengandalkan penjualan offline. Digital marketing sangat membantu memperluas jangkauan pasar,” jelasnya.

Selain itu, Zahida memilih membangun brand sendiri tanpa bergantung pada kerja sama dengan kafe atau warung kopi. Strategi ini dinilai memberikan keleluasaan dalam mengembangkan produk sekaligus menjaga identitas usaha.

Keberhasilan Donat Latela tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi pribadi, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. Zahida menilai UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi lokal, terutama dengan memanfaatkan potensi bahan baku daerah.

Di akhir dialog, Zahida berpesan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak ragu memulai usaha dari hal kecil. Ia menekankan pentingnya konsistensi, inovasi, dan keberanian dalam mengembangkan ide berbasis potensi lokal.

“Kuncinya adalah berani memulai, konsisten, dan terus berinovasi. Potensi lokal kita sangat besar jika dikelola dengan baik,” tutupnya.

Melalui kisah Donat Latela, Zahida membuktikan bahwa inovasi sederhana dari bahan lokal dapat menjadi produk unggulan yang tidak hanya menyehatkan, tetapi juga mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....