Manfaat Rebusan Pisang Kepok ala Budaya Aceh
- 24 Okt 2025 09:40 WIB
- Banda Aceh
KBRN. Banda Aceh: Pisang kepok rebus merupakan salah satu sajian tradisional yang lekat dengan budaya masyarakat Aceh. Makanan sederhana ini sering disajikan sebagai kudapan sore ditemani secangkir kopi, terutama di pedesaan. Dicuplik dari laman rri.co.id Dr.Ir. Siti Nurjanah, Ahli gizi dan kesehatan dari Institut Pertanian Bogor, mengatakan psiang kepok merupakan nutrisi yang baik dan dapat membantu meningkatlan kesehatan pencernaan serta menjaga keseimbangan tubuh
Secara kesehatan, pisang kepok rebus dikenal mengandung karbohidrat kompleks yang mudah dicerna tubuh dan memberikan energi tahan lama. Proses perebusan membuat kandungan gula alami dalam pisang lebih stabil dibandingkan digoreng, sehingga aman dikonsumsi oleh penderita diabetes dalam jumlah wajar. Selain itu, pisang rebus juga kaya serat yang membantu memperlancar pencernaan dan menjaga kesehatan usus.
Dari sisi gizi, pisang kepok mengandung vitamin B6, magnesium, dan kalium yang berperan penting menjaga keseimbangan elektrolit tubuh serta menurunkan tekanan darah. Di Aceh, makanan ini sering diberikan kepada anak-anak dan orang tua sebagai sumber energi sehat tanpa bahan tambahan. Bahkan, dalam beberapa tradisi masyarakat, pisang rebus disajikan saat acara pertemuan adat sebagai simbol kesederhanaan dan rasa syukur.
Secara budaya, pisang kepok rebus menjadi cermin filosofi hidup orang Aceh yang sederhana namun sarat makna. Dalam keseharian, makanan ini dianggap sebagai bentuk penghargaan terhadap hasil bumi sendiri tanpa perlu olahan rumit. Banyak keluarga di Aceh yang masih mempertahankan kebiasaan memasak pisang kepok rebus bersama keluarga besar, menandakan nilai kekeluargaan yang erat.
Dengan cita rasa manis alami dan kandungan gizi tinggi, pisang kepok rebus bukan hanya sekadar camilan tradisional, tetapi juga warisan kuliner yang mencerminkan kearifan lokal Aceh. Di tengah maraknya makanan instan modern, tradisi merebus pisang kepok tetap bertahan sebagai bukti bahwa kesehatan dan budaya dapat berpadu dalam kesederhanaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....