Dapur Makta Bangkitkan Kue Tradisional Aceh

  • 26 Agt 2025 16:51 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN, Banda Aceh: Perkembangan usaha kuliner lokal semakin terasa di Banda Aceh, salah satunya melalui kehadiran Dapur Makta, yang kini dikenal sebagai produsen kue tradisional dengan cita rasa khas dan kualitas terbaik. Berawal dari hobi sederhana membuat camilan untuk anak-anak dan tetangga, Dapur Makta perlahan berkembang menjadi salah satu usaha rumahan yang cukup diminati masyarakat. Perjalanan panjang usaha ini menjadi bukti nyata bahwa kreativitas, ketekunan, dan inovasi dapat mengantarkan bisnis kecil ke tingkat yang lebih profesional.

“Dapur Makta ini sebenarnya berdiri di tahun 2018. Saat itu, makta suka buat kue cemilan untuk anak-anak, lalu makta bagikan ke anak-anak dan tetangga. Terus, lama kelamaan banyak yang bilang kuenya enak, akhirnya terbangun semangat untuk terus membuat kue,” ujar Fita Walidaya, selaku Owner Dapur Makta, saat menjadi narasumber dalam dialog UMKM di Pro 1 RRI Banda Aceh, Senin (25/8/2025).

Lebih lanjut, Fita menceritakan bahwa perjalanan membangun Dapur Makta tidaklah instan. Pada awal usaha, keterbatasan teknologi dan media sosial menjadi tantangan tersendiri. Tanpa promosi digital, penjualan dilakukan dengan cara sederhana, yaitu dari satu kantor ke kantor lain, mengandalkan kualitas rasa dan rekomendasi dari mulut ke mulut yang lambat laun mulai memperluas jaringan pelanggan.

“Di tahun 2018 dulu kan enggak ada media sosial ya. Nah, makta itu jualannya kantor ke kantor. Jadi makin banyak yang pesan, saya jadi makin semangat aja,” tegasnya.

Seiring berkembangnya zaman dan teknologi, Dapur Makta mulai memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi. Fita mengakui bahwa kehadiran platform digital sangat membantu, tidak hanya untuk menjangkau lebih banyak pelanggan, tetapi juga sebagai media belajar dalam mengembangkan produk.

“Kue tradisional itu sebenarnya cukup banyak ya peminatnya. Buatnya pun sebenarnya sudah gampang ya, apalagi sekarang sudah ada tutorialnya di YouTube. Kalau dulu, resepnya harus tanya ke orang tua. Sekarang jualannya pun lebih gampang, bisa ikut bazar UMKM dan juga promosi lewat media sosial,” tambahnya.

Ia juga menyoroti bahwa tren kembali ke kue-kue tradisional kini semakin meningkat. Banyak anak muda mulai melirik dan menggemari jajanan khas Aceh, baik sebagai camilan sehari-hari maupun untuk kebutuhan acara spesial. Menurutnya, peluang ini menjadi motivasi besar untuk terus menjaga kualitas rasa dan menghadirkan inovasi tanpa menghilangkan keaslian resep tradisional.

Fita berharap, ke depan Dapur Makta bisa semakin berkembang, tidak hanya untuk memenuhi permintaan lokal, tetapi juga menjangkau pasar yang lebih luas, bahkan hingga ke luar daerah. Ia mengajak para pelaku UMKM lainnya untuk terus berinovasi dan memanfaatkan teknologi agar produk lokal bisa semakin dikenal.

“Yang penting itu semangat dan konsisten. Kalau kita yakin sama produk kita, insyaallah bisa berkembang dan memberi manfaat, baik untuk keluarga maupun untuk orang lain,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....