Kemamah Aceh Diminati Pasar Timur Tengah

  • 29 Jul 2025 20:50 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN, Banda Aceh: Produk kuliner khas Aceh kembali mencatat prestasi membanggakan. Adalah Kemamah, olahan ikan khas daerah yang kini menjadi produk unggulan Lina Creation, sebuah usaha kuliner rumahan yang dirintis dari hobi memasak seorang ibu. Produk ini bahkan telah menembus pasar internasional hingga ke Australia, Arab Saudi, dan Mesir.

Co-Founder Lina Creation, Cut Nadya Riska, menceritakan awal mula usaha ini dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh dalam program Mozaik Indonesia, Senin (28/7/2025). Menurutnya, usaha ini lahir dari keterampilan memasak sang ibunda yang diakui banyak orang sejak masa tinggal di pesantren.

“Awalnya masakan Bunda banyak diminta oleh teman-teman di pesantren, bahkan beberapa warung kopi minta langsung dipasok. Dari situlah kami mulai serius,” ujar Nadya.

Kesuksesan produk Kemamah berawal dari keikutsertaan mereka dalam sebuah event pasar UMKM, di mana produk-produk buatan sang ibu mendapat respons luar biasa. “Kami sediakan tester, dan hasilnya hampir 90 persen orang langsung membeli. Sehari bisa tembus omzet hingga jutaan rupiah,” ungkapnya.

Menyadari pentingnya pemasaran digital, Nadya dan kakaknya pun mengambil peran dalam membangun sisi bisnis dan promosi, sementara sang ibu tetap fokus berkarya di dapur.

“Bunda bukan orang digital, jadi kami bantu di bagian promosi dan distribusi agar kreasi beliau bisa dinikmati lebih banyak orang,” kata Nadya.

Kemamah—yang dikenal tahan lama dan fleksibel dari segi tekstur—menjadi produk paling diminati. Tak hanya dipasarkan secara lokal, produk ini juga bekerja sama dengan sejumlah biro perjalanan umrah asal Aceh yang membawa Kemamah sebagai oleh-oleh khas ke luar negeri.

Perjalanan Lina Creation tidak selalu mulus. Ketika ayah Nadya divonis kanker dan menjalani pengobatan di Jakarta, usaha sempat terhenti. Namun pesanan tetap datang. Mereka kemudian berinovasi dengan sistem by request dan kolaborasi B2B (business to business) untuk menjaga kesinambungan produksi.

“Kami siapkan pesanan sesuai permintaan, mau yang kering banget, sedang, atau basah. Alhamdulillah sekarang sudah jalan lagi meskipun kami sempat tutup toko,” ungkapnya.

Kini, Lina Creation bukan hanya menjadi ruang berekspresi bagi sang ibu, tapi juga menjadi simbol kebangkitan keluarga lewat warisan rasa khas Aceh yang mengglobal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....