Anoreksia Nervosa Bukan Sekadar Diet, Kenali Gejala dan Bahayanya

  • 01 Okt 2026 13:24 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Anoreksia nervosa merupakan salah satu gangguan makan yang ditandai dengan pembatasan asupan makanan secara berlebihan, ketakutan intens terhadap kenaikan berat badan, serta persepsi yang tidak sesuai terhadap bentuk atau berat tubuh. Kondisi ini bukan sekadar kebiasaan memilih makanan atau keinginan untuk menjalani diet, melainkan gangguan kesehatan mental yang dapat berdampak serius pada kondisi fisik seseorang.

Dilansir melalui laman Kemenkes. Gejala utama dari anoreksia adalah penurunan berat badan yang signifikan, biasanya disertai perilaku seperti menghindari makan, berolahraga berlebihan, penggunaan pencahar, dan upaya memuntahkan makanan. Individu dengan anoreksia biasanya merasa bersalah setelah makan.Berat badan yang turun drastis dapat memicu berbagai masalah kesehatan, termasuk kelelahan, penurunan tekanan darah, pusing, haid yang tidak teratur, kulit kering, suhu tubuh yang dingin, rambut rontok, dan denyut jantung tidak teratur.

Jika berlangsung lama, kekurangan energi dan zat gizi akibat anoreksia nervosa dapat mengganggu berbagai fungsi tubuh. Masalah yang mungkin terjadi meliputi tekanan darah rendah, gangguan irama jantung, melemahnya tulang, anemia, gangguan hormon, hingga kerusakan organ pada kondisi yang berat. Karena itu, anoreksia nervosa perlu mendapatkan perhatian dan penanganan yang tepat, terutama ketika muncul tanda-tanda penurunan berat badan drastis atau pola makan yang semakin terbatas.

Penyebab anoreksia nervosa cukup kompleks dan dapat melibatkan berbagai faktor, termasuk faktor biologis, psikologis, serta lingkungan. Tekanan untuk memiliki bentuk tubuh tertentu, pengalaman pribadi, kecemasan, rendahnya kepercayaan diri, hingga faktor genetik dapat berperan dalam munculnya gangguan ini. Namun, tidak ada satu penyebab tunggal yang dapat menjelaskan semua kasus anoreksia nervosa.

Penanganan anoreksia nervosa umumnya membutuhkan pendekatan yang menyeluruh dan dilakukan oleh tenaga kesehatan. Perawatan dapat mencakup pemulihan pola makan dan berat badan, terapi psikologis, pemantauan kondisi fisik, serta dukungan dari keluarga atau orang terdekat. Semakin cepat gangguan ini dikenali dan ditangani, semakin besar peluang untuk mencegah komplikasi dan membantu seseorang kembali memiliki hubungan yang lebih sehat dengan makanan dan tubuhnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....