Dokter Ingatkan Pentingnya Menjaga Kesehatan Ginjal dan Prostat
- 21 Sep 2026 06:46 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Dokter pakar urologi mengingatkan masyarakat menjaga kesehatan ginjal dan saluran kemih sejak dini.
Pemeriksaan rutin diperlukan untuk mendeteksi gangguan prostat, ginjal, dan saluran kemih secara lebih awal.
Dokter Pakar Urologi KPJ Penang Specialist Hospital, dr. Arun Arunasalam, menyampaikan hal itu dalam Dialog Asokaya Pro 4 RRI Banda Aceh, Sabtu, 19 September 2026.
Ia mengatakan perubahan warna urine dapat menjadi salah satu tanda gangguan yang perlu diperiksa.
“Warna kencing biasanya kuning muda. Sekiranya warna berubah menjadi lebih pekat, hitam, atau merah, itu mesti diperiksa,” kata Arun.
| Baca juga: Kesehatan Mulut dan Jantung: Apa Kaitannya |
Arun mengatakan masyarakat juga perlu memperhatikan frekuensi dan kelancaran buang air kecil.
Menurutnya, buang air kecil lebih dari delapan kali siang hari dapat menunjukkan adanya masalah.
Ia mengingatkan masyarakat tidak membiasakan diri menahan buang air kecil dalam waktu lama.
Kebiasaan tersebut, menurut Arun, dapat mengganggu fungsi saraf pada kandung kemih.
Arun juga menjelaskan pembesaran prostat dapat menimbulkan gejala serupa dengan kanker prostat.
Karena itu, pemeriksaan diperlukan untuk membedakan pembesaran prostat jinak dengan kondisi kanker.
“Apabila sudah usia lanjut 50 tahun, mesti buat saringan atau cek setiap tahun sekali,” ujarnya.
Ia menyebut pemeriksaan dapat dilakukan lebih awal bagi masyarakat yang memiliki riwayat kanker prostat dalam keluarga.
Menurut Arun, gangguan prostat yang menyebabkan sumbatan dapat berdampak terhadap fungsi ginjal.
Tekanan dalam saluran kemih dapat menyebabkan aliran urine terganggu hingga berpotensi merusak ginjal.
Ia juga mengingatkan masyarakat memperhatikan risiko infeksi saluran kemih.
Infeksi yang berulang, menurutnya, membutuhkan pemeriksaan dan penanganan medis agar tidak berkembang menjadi masalah lebih serius.
Terkait batu ginjal, Arun mengatakan penyakit tersebut dapat kambuh setelah seseorang menjalani pengobatan atau operasi.
Ia menyebut sekitar 50 persen pasien dapat mengalami kekambuhan dalam dua tahun jika pola hidup tidak dijaga.
Arun menyarankan masyarakat mencukupi kebutuhan cairan dan menjaga berat badan untuk membantu menurunkan risiko batu ginjal.
Ia juga mengingatkan masyarakat tidak sembarangan mengonsumsi obat peningkat vitalitas tanpa pemeriksaan medis.
“Pastikan kita minum cukup air dan juga jaga kesihatan ginjal,” kata Arun.
Ia mengajak masyarakat segera memeriksakan diri apabila mengalami gangguan buang air kecil atau keluhan kesehatan lainnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....