AI Bantu Dokter Anestesi, Bukan Gantikan Perannya
- 08 Sep 2026 09:00 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai memberikan dukungan terhadap pelayanan medis, termasuk dalam bidang anestesi. Meski mampu membantu meningkatkan presisi tindakan dan pengolahan data pasien, teknologi tersebut dinilai belum dapat menggantikan peran dokter anestesi.
Dokter Ahli Anestesi dan Intensif Care di RSUDZA dan Pengurus Perdatin Aceh, dr. Edi Darmawan, SpAn-ti,FCC , mengatakan teknologi dapat membantu dokter dalam melakukan tata laksana pasien secara lebih presisi.
“Secara umum tools yang berkembang sekarang seperti AI itu membantu menunjang kita dalam melakukan tata laksana kepada pasien secara lebih presisi,” kata dr. Edi dalam dialog Banda Aceh Menyapa di Pro 1 RRI Banda Aceh.
Menurutnya, teknologi berbasis AI telah digunakan untuk mendukung pemantauan pasien, termasuk dalam tindakan di kamar operasi, instalasi gawat darurat, ruang pemulihan maupun ICU. Salah satu manfaatnya adalah membantu dokter mendapatkan data objektif sehingga pemberian obat dan tindakan dapat dilakukan dengan lebih tepat.
Namun, dr. Edi menegaskan kehadiran AI tetap membutuhkan manusia sebagai pengendali dan pengambil keputusan medis.
“Apakah bisa menggantikan peran dokter anestesi? Tidak bisa, kita butuh pilotnya manusia,” ujarnya saat diwawancarai RRI pada Senin, 7 September 2026.
Ia menjelaskan kualitas keluaran sistem AI sangat bergantung pada data yang diberikan ke dalam sistem tersebut. Karena itu, dokter tetap memiliki peran penting dalam memastikan data pasien yang digunakan akurat dan sesuai dengan kondisi sebenarnya.
“Kalau input yang diberikan salah maka output yang diberikan oleh sistem AI ini juga akan salah,” katanya. Dengan dukungan data yang tepat, teknologi dapat membantu dokter memberikan tata laksana yang lebih presisi sekaligus meminimalkan kemungkinan efek samping maupun komplikasi pada pasien.
Di tengah perkembangan tersebut, profesi dokter anestesi dinilai tetap memiliki prospek karena teknologi justru menjadi alat pendukung dalam meningkatkan kualitas pelayanan.
“Ketika kita bicara mengambil sisi positif, maka kita harus memberikan data yang adekuat, kemudian sistem memberikan akurasi dalam outputnya sehingga tata laksana kepada pasien itu kita lebih presisi dan lebih tepat,” pungkas dr. Edi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....