Ketersediaan Dokter Anestesi di Aceh Masih Jadi Tantangan
- 07 Sep 2026 21:05 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Kebutuhan dokter anestesi terus meningkat seiring berkembangnya layanan kesehatan dan bertambahnya tindakan operasi serta penanganan pasien kritis. Namun, pemerataan tenaga dokter anestesi di Aceh masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama.
Dokter Ahli Anestesi dan Intensif Care di RSUDZA dan Pengurus Perdatin Aceh, dr. Edi Darmawan, SpAn-ti, FCC mengatakan kebutuhan dokter anestesi perlu dilihat tidak hanya berdasarkan jumlah penduduk, tetapi juga berdasarkan kebutuhan rumah sakit. “Kalau kita berbicara rumah sakit, contoh di Banda Aceh ini ada lebih dari 10 rumah sakit,” kata dr. Edi dalam dialog bersama RRI Banda Aceh pada Senin, 7 September 2026.
Menurutnya, kebutuhan dokter anestesi juga berbeda berdasarkan tipe rumah sakit dan layanan yang tersedia. Ia mencontohkan rumah sakit tipe tertentu membutuhkan jumlah dokter anestesi yang lebih banyak karena harus memastikan pelayanan berjalan sepanjang waktu dengan sistem kerja dan pembagian tugas yang sesuai.
Dr. Edi menyebut masih terdapat daerah yang hanya memiliki satu atau dua dokter anestesi sehingga beban kerja menjadi cukup berat. “Kadang ada yang cuma satu dokter anestesi, bayangkan dia harus bekerja 7 kali 24 jam, ada hari libur hampir tidak ada,” ujarnya.
Kondisi tersebut tidak hanya berkaitan dengan beban kerja, tetapi juga menyangkut tuntutan keselamatan pasien yang harus dijaga oleh dokter anestesi. Ia mengatakan dokter anestesi dituntut bekerja dengan tingkat ketelitian tinggi meskipun menghadapi jadwal jaga yang berat dan tekanan pekerjaan yang besar.
Menurutnya, pemerintah mulai memberi perhatian melalui penambahan program pendidikan dokter anestesi untuk meningkatkan jumlah lulusan. Namun, selain menambah jumlah tenaga, pemerataan dokter anestesi terutama di daerah juga perlu menjadi perhatian agar pelayanan tidak terpusat pada rumah sakit tertentu.
“Yang diperlukan lagi adalah perhatian terutama dari pemerintah untuk pemerataan dokter anestesi terutama di daerah,” kata dr. Edi. Upaya tersebut dinilai penting agar kebutuhan pelayanan kesehatan dapat dipenuhi secara lebih merata sekaligus menjaga kualitas dan keselamatan pasien di berbagai wilayah Aceh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....