ASI Eksklusif Jadi Langkah Awal Cegah Stunting

  • 23 Agt 2026 00:18 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh: Pemberian Air Susu Ibu atau ASI secara optimal sejak awal kelahiran menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah stunting pada anak. ASI mengandung berbagai zat gizi dan antibodi yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi.

Hal tersebut disampaikan dokter spesialis anak, ddr. Wardah M.Ked(Ped),Sp.A, dalam Dialog Klinik Angkasa RRI Banda Aceh bertema “ASI: Langkah Awal Cegah Stunting”, Sabtu, 15 Agustus 2026.

dr. Wardah menjelaskan, ASI mengandung protein, lemak, karbohidrat, vitamin, serta antibodi yang sesuai dengan kebutuhan bayi. Pemberian ASI yang tepat sejak awal kehidupan juga dapat membantu memastikan pertumbuhan bayi berlangsung optimal.

Menurutnya, stunting tidak terjadi secara tiba-tiba, tetapi merupakan dampak dari masalah gizi yang berlangsung dalam waktu lama. Karena itu, pemenuhan kebutuhan gizi sejak bayi perlu menjadi perhatian bersama.

“Dengan pemberian ASI yang baik dan pemantauan bayi setiap bulan, kita dapat melihat pertumbuhan dan perkembangan bayi, sehingga risiko stunting ke depannya dapat dicegah,” ujar dr. Wardah.

Ia menganjurkan pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini atau IMD segera setelah bayi lahir, melalui kontak kulit ke kulit antara ibu dan bayi. IMD membantu bayi mengenali payudara ibu dan mulai belajar menyusu secara alami.

dr. Warda juga mengingatkan orang tua agar tidak terburu-buru memberikan air putih, madu, atau susu formula kepada bayi baru lahir hanya karena bayi menangis. Tangisan bayi tidak selalu berarti lapar atau haus.

ASI eksklusif diberikan selama enam bulan pertama tanpa makanan dan minuman lain, kecuali obat-obatan yang diperlukan. Setelah usia enam bulan, ASI tetap dilanjutkan bersama makanan pendamping ASI atau MPASI hingga anak berusia dua tahun.

Untuk ibu yang bekerja, pemberian ASI tetap dapat dilakukan dengan memerah dan menyimpan ASI secara tepat. Karena itu, keberadaan ruang laktasi di tempat kerja maupun ruang publik dinilai penting untuk membantu ibu mempertahankan pemberian ASI.

Temuan tersebut sejalan dengan berbagai pembahasan mengenai gizi anak yang menempatkan 1.000 hari pertama kehidupan sebagai periode penting bagi pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif. Promosi ASI eksklusif dan pemantauan pertumbuhan termasuk intervensi penting dalam mengatasi masalah kekurangan gizi.

dr. Warda menegaskan, keberhasilan pemberian ASI tidak hanya bergantung pada ibu. Dukungan suami, keluarga, dan tenaga kesehatan diperlukan agar ibu tetap percaya diri dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kendala selama menyusui.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....