ASI Eksklusif Fondasi Awal Mencegah Stunting Anak
- 17 Agt 2026 20:05 WIB
- Banda Aceh
RRI. CO. ID, Banda Aceh – Pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan menjadi salah satu langkah awal yang penting dalam mencegah stunting sekaligus mendukung tumbuh kembang optimal bayi dan balita.
Hal itu mengemuka dalam siaran Klinik Angkasa Programa 1 RRI Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026), yang mengangkat tema “ASI: Langkah Awal Cegah Stunting”. Dialog menghadirkan dr. Wardah, M.Ked(Sp.A), anggota BP2ASI IDAI Cabang Aceh.
Dalam dialog tersebut, dr. Wardah menjelaskan bahwa ASI memiliki kandungan nutrisi yang dibutuhkan bayi pada masa awal kehidupannya. Selain zat gizi, ASI juga mengandung antibodi alami dan berbagai faktor bioaktif yang berperan dalam mendukung sistem kekebalan tubuh bayi.
Pemberian ASI secara eksklusif selama enam bulan pertama dinilai penting karena dapat membantu bayi memperoleh asupan yang sesuai dengan kebutuhan pertumbuhan dan perkembangannya. Perlindungan terhadap infeksi juga menjadi salah satu manfaat penting dari pemberian ASI.
Menurut dr. Wardah, pencegahan stunting tidak dapat hanya dilakukan ketika anak sudah mengalami gangguan pertumbuhan. Upaya tersebut perlu dimulai sejak awal kehidupan, termasuk melalui pemenuhan kebutuhan gizi bayi dan pencegahan penyakit.
Stunting sendiri bukan sekadar persoalan anak memiliki tubuh lebih pendek dibandingkan anak seusianya. Kondisi tersebut berkaitan dengan gangguan pertumbuhan kronis yang dapat dipengaruhi kekurangan gizi dalam waktu panjang serta infeksi yang berulang.

Karena itu, pemberian ASI menjadi bagian dari upaya pencegahan sejak dini. Namun, keberhasilan menyusui tidak hanya bergantung pada ibu. Dukungan dari ayah, keluarga, tenaga kesehatan, hingga lingkungan sekitar turut menentukan keberhasilan pemberian ASI.
Dukungan tersebut semakin penting bagi ibu menyusui yang harus kembali bekerja. Lingkungan kerja yang ramah ASI, termasuk tersedianya kesempatan dan fasilitas untuk memerah serta menyimpan ASI, dapat membantu ibu mempertahankan pemberian ASI kepada anak.
Dialog Klinik Angkasa juga menekankan pentingnya edukasi yang tidak hanya ditujukan kepada ibu, tetapi juga kepada ayah dan keluarga. Pemahaman bersama mengenai manfaat ASI dan cara memberikan dukungan kepada ibu menyusui dapat membangun lingkungan yang lebih mendukung tumbuh kembang anak.
Dengan demikian, pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. ASI eksklusif selama enam bulan pertama menjadi salah satu fondasi awal, sementara dukungan keluarga, tenaga kesehatan, masyarakat, dan kebijakan yang mendukung ibu menyusui diperlukan agar praktik menyusui dapat berjalan secara optimal.
Melalui edukasi yang berkelanjutan, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa pencegahan stunting bukan hanya dilakukan setelah masalah pertumbuhan muncul, melainkan dimulai sejak masa awal kehidupan anak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....