Infeksi Virus dan Bakteri, Apa Bedanya dan Bagaimana Penanganannya

  • 24 Jun 2026 03:06 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Masyarakat masih sering salah membedakan infeksi virus dan bakteri. Padahal keduanya punya penyebab, gejala, dan cara penanganan yang berbeda. Hal ini disampaikan Prof. Dr. dr. Kurnia F. Jamil, M.Kes., SpPD., Subs.PTI(K)., FINASIM dalam program “Dialog Klinik Angkasa” RRI PRO 2 Banda Aceh, Sabtu 20 Juni 2026.

Menurut Prof. Kurnia, virus adalah mikroorganisme yang sangat kecil dan hanya bisa hidup serta berkembang biak di dalam sel tubuh manusia. Sementara bakteri bisa hidup mandiri di mana saja, baik di dalam tubuh maupun di luar tubuh. “Perbedaan dasar inilah yang membuat obatnya tidak bisa disamakan,” jelasnya

"Gejala infeksi virus dan bakteri memang mirip, seperti demam, batuk, pilek, atau diare. Tapi ada ciri khasnya. Infeksi virus biasanya menyerang banyak organ sekaligus, gejalanya muncul bertahap, dan sembuh sendiri seiring daya tahan tubuh meningkat. Sedangkan infeksi bakteri cenderung lebih terlokalisir, gejalanya berat sejak awal, dan butuh antibiotik untuk membunuhnya," katanya.

Kesalahan paling fatal adalah penggunaan antibiotik untuk infeksi virus seperti flu, DBD, atau COVID-19. Prof. Kurnia menegaskan antibiotik tidak mempan membunuh virus. “Kalau dipakai sembarangan, bakteri baik di tubuh ikut mati dan bakteri jahat jadi kebal. Ini yang kita sebut resistensi antibiotik, dampaknya panjang,” ujarnya.

Lalu bagaimana penanganan yang benar? Untuk infeksi virus, kuncinya menjaga daya tahan tubuh: istirahat cukup, hidrasi, gizi seimbang, dan obat simptomatik seperti penurun panas. Vaksinasi juga jadi benteng utama pencegahan. Sementara infeksi bakteri harus ditangani dokter. Antibiotik hanya boleh dipakai sesuai resep, dosis, dan durasi yang ditentukan agar bakteri benar-benar mati.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....