Kenali Dini Demensia, Jangan Anggap Semua Pikun Itu Normal
- 21 Jun 2026 23:32 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Demensia merupakan kumpulan gejala yang ditandai penurunan fungsi kognitif, intelektual, dan sosial seseorang. Kondisi ini perlu dikenali sejak dini karena sering disalahartikan sebagai pikun biasa akibat pertambahan usia.
Dokter Spesialis Saraf Rumah Sakit Hermina Aceh, dr. Teuku Ona, Sp.N, AIFO-K mengatakan demensia bukan bagian normal dari proses penuaan. Menurutnya, masyarakat perlu memahami perbedaan antara lupa biasa dan gejala demensia.
“Jangan maklum dengan pikun. Jika ada tanda-tanda yang mengarah ke demensia, segera lakukan pemeriksaan,” kata Teuku Ona dalam Dialog Asokaya RRI Banda Aceh, Sabtu, 20 Juni 2026.
Ia menjelaskan, gejala awal demensia dapat berupa mudah lupa terhadap kejadian yang baru terjadi. Selain itu, penderita sering kesulitan menemukan kosakata saat berbicara dan lambat mengambil keputusan.
Gejala lainnya adalah kesulitan mengatur keuangan serta muncul perubahan perilaku yang tidak biasa. Pada beberapa kasus, penderita juga tampak bingung terhadap waktu, tempat, atau informasi dasar tentang dirinya.
Menurut Teuku Ona, penyebab demensia cukup beragam. Faktor yang paling sering ditemukan adalah penyakit Alzheimer, terutama pada usia di atas 65 tahun.
Selain Alzheimer, demensia juga dapat dipicu oleh stroke, gangguan pembuluh darah otak, tumor, infeksi, hingga cedera kepala berulang. Kondisi tersebut dapat menyebabkan penurunan fungsi otak secara progresif.
“Orang pascastroke juga bisa mengalami demensia. Bahkan sekarang stroke tidak hanya terjadi pada usia lanjut,” ujarnya.
Ia menambahkan, demensia memang belum dapat disembuhkan sepenuhnya. Namun, deteksi dan penanganan dini dapat membantu memperlambat perkembangan penyakit sehingga kualitas hidup penderita tetap terjaga.
Untuk mencegah demensia, masyarakat dianjurkan menerapkan pola hidup sehat sejak usia muda. Langkah tersebut meliputi tidur yang cukup, mengelola stres, rutin berolahraga, serta mengontrol tekanan darah, gula darah, dan kolesterol.
Teuku Ona juga menyarankan konsumsi makanan bergizi tinggi serat seperti sayur dan buah. Selain itu, masyarakat perlu menghindari kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol.
“Tidur yang berkualitas, olahraga rutin, dan gaya hidup sehat sangat penting untuk menjaga kesehatan otak,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....