Dokter: Operasi Caesar Tidak Selalu Menjadi Pilihan Utama Persalinan
- 31 Mei 2026 15:40 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh – Persalinan melalui operasi caesar tidak selalu menjadi pilihan utama dalam proses melahirkan. Keputusan untuk menjalani operasi caesar maupun persalinan normal harus didasarkan pada kondisi medis ibu dan janin, serta mempertimbangkan kesiapan mental ibu hamil.
Hal tersebut disampaikan dr. Dian Paramita, SpOG, dalam wawancara bersama RRI Banda Aceh Pro 4, Sabtu 23 Mei 2026. Menurutnya, tindakan operasi caesar darurat dilakukan apabila terdapat kondisi yang mengancam keselamatan ibu atau bayi sehingga membutuhkan penanganan segera.
"Pada kasus-kasus tertentu, terutama ketika terjadi kondisi gawat pada janin atau ibu, tindakan operasi harus dilakukan secepat mungkin. Idealnya, pasien sudah berada di kamar operasi dalam waktu sekitar 30 menit sejak keputusan tindakan diambil," ujar Dian.
Ia menjelaskan, kondisi darurat dapat terjadi pada kehamilan yang belum cukup bulan akibat berbagai faktor, seperti kecelakaan, pecah ketuban dini yang memicu infeksi, maupun gangguan lain yang menyebabkan janin mengalami stres. Pada kondisi tersebut, keselamatan ibu dan bayi menjadi prioritas utama tenaga medis.
Namun demikian, Dian menegaskan bahwa tidak semua ibu hamil yang pernah menjalani operasi caesar harus kembali melahirkan dengan metode yang sama. Penentuan metode persalinan dilakukan berdasarkan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi ibu, janin, plasenta, rahim, hingga kondisi jalan lahir.
Selain faktor medis, aspek psikologis juga menjadi pertimbangan penting. Menurutnya, sebagian ibu hamil memiliki tingkat kecemasan yang tinggi terhadap proses persalinan normal. Ketakutan tersebut dapat dipengaruhi pengalaman pribadi maupun informasi yang diperoleh dari lingkungan sekitar dan media sosial.
"Kalau secara medis memungkinkan untuk persalinan normal, tetapi pasien mengalami kecemasan berat yang dapat memengaruhi proses persalinan, maka pilihan operasi caesar bisa menjadi pertimbangan. Yang terpenting adalah memastikan ibu memahami seluruh risiko dan manfaat dari setiap metode persalinan," katanya.
Dian menambahkan, setiap ibu memiliki kondisi fisik dan mental yang berbeda sehingga tidak dapat disamakan satu sama lain. Karena itu, keputusan mengenai metode persalinan sebaiknya diambil melalui konsultasi dengan tenaga kesehatan dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pasien.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....