Daging Kurban Tak Langsung Dimasak? Simak Cara Penyimpanan yang Tepat
- 30 Mei 2026 00:39 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Perayaan Iduladha identik dengan pembagian daging kurban kepada masyarakat. Tidak seluruh daging langsung diolah pada hari yang sama, sehingga penyimpanan yang benar menjadi hal penting untuk menjaga kualitas dan keamanan pangan.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat untuk segera menyimpan daging yang tidak langsung dimasak ke dalam lemari pendingin. Langkah ini diperlukan untuk menghambat pertumbuhan bakteri yang dapat menyebabkan daging cepat rusak.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, menjelaskan bahwa daging segar dapat disimpan di bagian pendingin kulkas dengan suhu di bawah 5 derajat Celsius. Pada kondisi tersebut, daging umumnya masih layak dikonsumsi hingga sekitar empat hari.
Sementara itu, bagi masyarakat yang ingin menyimpan daging dalam jangka waktu lebih lama, freezer menjadi pilihan yang lebih tepat. Penyimpanan pada suhu minus 18 derajat Celsius atau lebih rendah dapat membantu mempertahankan kualitas daging hingga beberapa bulan.
Selain suhu penyimpanan, cara mengemas daging juga perlu diperhatikan. Daging disarankan dibagi ke dalam beberapa kemasan sesuai kebutuhan memasak. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu mencairkan seluruh stok daging setiap kali akan digunakan.
Pakar keamanan pangan juga mengingatkan agar daging tidak dicuci sebelum disimpan. Kelembapan yang berasal dari air dapat mempercepat proses kerusakan dan meningkatkan risiko berkembangnya mikroorganisme. Pencucian sebaiknya dilakukan sesaat sebelum daging diolah.
Untuk menjaga kualitasnya, daging dapat disimpan dalam wadah tertutup atau kemasan kedap udara. Masyarakat juga dianjurkan memberi label tanggal penyimpanan sehingga lebih mudah mengontrol masa simpan dan menghindari penggunaan daging yang terlalu lama berada di dalam freezer.
Sebelum diolah, kondisi daging perlu diperiksa terlebih dahulu. Daging yang mengeluarkan bau tidak sedap, berubah warna secara tidak wajar, atau menunjukkan tanda-tanda pembusukan sebaiknya tidak dikonsumsi demi menghindari risiko gangguan kesehatan.
Penyimpanan yang tepat tidak hanya membuat daging kurban lebih tahan lama, tetapi juga membantu menjaga kandungan gizi dan kualitasnya hingga saat akan diolah menjadi berbagai hidangan keluarga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....