Kenali Perbedaan Baby Blues dan Depresi Postpartum pada Ibu
- 25 Mei 2026 10:40 WIB
- Banda Aceh
RRI.Co.ID, Banda Aceh - Setelah melahirkan, banyak ibu mengalami perubahan emosi yang cukup besar akibat perubahan hormon, kelelahan, hingga penyesuaian peran baru sebagai orang tua. Kondisi ini sering dikenal dengan istilah baby blues. Meski umum terjadi, masih banyak masyarakat yang menganggap baby blues dan depresi postpartum sebagai kondisi yang sama, padahal keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan baik dari segi gejala maupun tingkat keparahannya.
Baby blues biasanya muncul dalam beberapa hari setelah persalinan dan dapat berlangsung sekitar satu hingga dua minggu. Dicuplik melalui laman DokterSehat Bila melihat sekilas, tidak ada perbedaan yang jelas antara baby blues dengan depresi postpartum. Keduanya sama-sama terjadi karena perubahan hormon dan perubahan fisik setelah melahirkan. Namun, pada depresi setelah melahirkan, Anda bisa mengalami stres karena merasa tertekan saat merawat bayi untuk pertama kalinya. Kondisi ini bisa diperparah dengan kurangnya durasi tidur.
Sementara itu, depresi postpartum merupakan gangguan kesehatan mental yang lebih serius. Kondisi ini dapat muncul beberapa minggu bahkan beberapa bulan setelah melahirkan. Gejalanya meliputi rasa sedih berkepanjangan, kehilangan minat terhadap aktivitas sehari-hari, sulit menjalin ikatan dengan bayi, gangguan tidur, hingga muncul perasaan tidak berharga dan putus asa. Dalam beberapa kasus, ibu juga dapat mengalami pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau bayinya sehingga membutuhkan penanganan medis segera.
Para ahli kesehatan menekankan pentingnya dukungan keluarga dalam membantu ibu melewati masa setelah persalinan. Suami dan keluarga diharapkan lebih peka terhadap perubahan emosi ibu serta tidak menganggap keluhan psikologis sebagai hal sepele. Komunikasi yang baik, bantuan dalam merawat bayi, dan memberikan waktu istirahat bagi ibu dapat membantu mencegah kondisi emosional berkembang menjadi lebih berat.
Memahami perbedaan baby blues dan depresi postpartum menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan mental ibu setelah melahirkan. Jika gejala berlangsung lama dan mengganggu aktivitas sehari-hari, ibu dianjurkan segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan atau psikolog. Penanganan yang tepat sejak dini dapat membantu ibu pulih lebih cepat sehingga mampu menjalani masa menjadi orang tua dengan lebih sehat dan bahagia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....