GEN-A Edukasi Masyarakat Hindari Mitos dalam Penanganan Luka
- 15 Mei 2026 21:10 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh : Anggota Subunit SAFE GEN-A, Ns. Denni Mulyani, S.Kep mengatakan banyak masyarakat masih mempercayai mitos dalam penanganan pertama kecelakaan maupun luka ringan. Padahal, beberapa tindakan justru dapat memperparah kondisi korban.
“Contohnya luka bakar. Banyak yang masih pakai odol, padahal itu salah. Penanganan yang benar adalah dialiri air mengalir sekitar 20 menit,” kata Denni saat dialog di Pro 2 RRI Banda Aceh, Rabu 13 Mei 2026.
Ia menjelaskan, penggunaan bahan seperti odol, garam, maupun daun sirih tanpa dasar medis dapat menimbulkan iritasi hingga infeksi baru pada korban.
Menurut Denni, rendahnya kesadaran masyarakat terhadap first aid menjadi alasan GEN-A aktif turun ke sekolah, panti asuhan, dan dayah untuk memberikan pelatihan dasar pertolongan pertama.
“Bukan berarti masyarakat tidak tahu, tapi sering kali baru mencari tahu ketika kejadian sudah terjadi. Jadi kami ingin membangun kesiapan sejak dini,” ujarnya.
Denni mengatakan edukasi tersebut juga bertujuan meluruskan berbagai informasi keliru yang selama ini berkembang di tengah masyarakat dari mulut ke mulut tanpa dasar medis yang jelas.
Ia menilai, masih banyak masyarakat yang melakukan tindakan spontan karena mengikuti kebiasaan lama, tanpa mengetahui risiko yang bisa timbul terhadap kondisi korban.
“Prinsipnya kalau tidak tahu jangan asal melakukan tindakan. Takutnya bukannya membantu, malah memperparah keadaan pasien,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....