Ini Bedanya Gizi Klinis dan Sport Nutritionist
- 10 Mei 2026 12:35 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Penanganan gizi yang tepat dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan sekaligus meningkatkan performa atlet. Hal itu disampaikan Sektretaris PD Indonesia Sport Nutritionist Association (ISNA), Dr. Yulia Fitri, SST., Dietisien, M.Biomed., AIFO saat menjadi narasumber dalam dialog Ngobras RRI Banda Aceh, Selasa 5 Mei 2026.
Menurut Dr. Yulia, ahli gizi klinis berfokus pada penanganan kondisi medis atlet melalui terapi gizi yang bersifat kuratif dan rehabilitatif. Penanganan tersebut dilakukan untuk membantu memperbaiki status kesehatan atlet yang mengalami gangguan tertentu seperti anemia, gastritis, maupun penyakit metabolik lainnya.
“Ahli gizi klinis itu berorientasi pada penanganan kondisi medis, misalnya ada atlet yang anemia atau mengalami gangguan lambung, maka setelah diperiksa dokter, ahli gizi akan memberikan edukasi dan mengatur pola makan yang sesuai hingga kondisi atlet membaik,” ujar Dr. Yulia.
Ia menjelaskan, dalam proses penanganan atlet, ahli gizi tidak bekerja sendiri melainkan berkolaborasi dengan dokter olahraga, tim medis, hingga pihak katering untuk memastikan kebutuhan makanan atlet terpenuhi sesuai kondisi kesehatan masing-masing.
Sementara itu lanjutnya, sport nutritionist lebih berfokus pada individu sehat dan aktif secara fisik untuk membantu meningkatkan performa, stamina, serta kebugaran melalui pengaturan energi, zat gizi, hidrasi, dan pola konsumsi yang tepat.
Dr. Yulia menegaskan kedua peran tersebut saling melengkapi dalam mendukung prestasi atlet. “Penanganan kesehatan dan pengaturan nutrisi yang terencana dengan baik menjadi kunci agar atlet tetap sehat, bugar, dan mampu tampil optimal saat latihan maupun kompetisi,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....