Kunci Utama Lupus Bukan pada "Menyembuhkan Total", Melainkan Mengendalikan

  • 09 Mei 2026 14:10 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Lupus Eritematosus Sistemik atau lupus masih sering dianggap vonis seumur hidup yang menakutkan. Padahal, dengan penanganan tepat, penyakit autoimun ini bisa dikendalikan sehingga penderitanya tetap produktif., Hal itu ditegaskan dr. Mahriani Sylvawani, Sp. PD, K-R, Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Reumatologi, saat diwawancara RRI, Sabtu 9 Mei 2026

Menurutnya, kunci utama lupus bukan pada "menyembuhkan total", melainkan mengendalikan aktivitas penyakit agar tidak merusak organ.

"Lupus terjadi saat sistem imun keliru menyerang jaringan tubuh sendiri. Gejalanya beragam, mulai dari ruam wajah berbentuk kupu-kupu, nyeri sendi, sariawan berulang, hingga gangguan ginjal," jelas Mahriani.

Mahriani mengatakan lupus bisa dikendalikan dengan 3 langkah

  1. Deteksi dini: Semakin cepat terdiagnosis, semakin kecil risiko kerusakan organ permanen. Waspadai gejala seperti demam tanpa sebab jelas, lelah berlebihan, dan sensitif terhadap matahari.

  2. Obat rutin: Obat anti-inflamasi, antimalaria seperti hidroksiklorokuin, hingga imunosupresan bertujuan menekan peradangan. "Obat tidak boleh stop sendiri meski sudah merasa sehat. Lupus itu ibarat api dalam sekam," tegasnya.

  3. Gaya hidup: Hindari paparan sinar UV langsung, kelola stres, cukup tidur, dan vaksinasi sesuai anjuran dokter.

Mahriani menekankan, membiarkan lupus tanpa pengobatan justru memicu komplikasi serius pada ginjal, jantung, dan otak.

"Banyak pasien saya tetap bisa kuliah, kerja, bahkan hamil dengan perencanaan matang. Syaratnya: kontrol rutin dan patuh berobat."ungkapnya

Ia juga mengajak masyarakat menghapus stigma bahwa lupus menular atau selalu berujung fatal.

"Edukasi dan dukungan keluarga penting. Lupus memang tidak bisa hilang 100%, tapi remisi atau periode tanpa gejala sangat mungkin dicapai."jelasnya

Segera konsultasi ke Spesialis Penyakit Dalam bila mengalami 3 dari 11 kriteria lupus, seperti ruam, sariawan, nyeri sendi, atau hasil lab ANA positif, tutupnya

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....