Imunisasi Bentuk Ikhtiar, Orang Tua Diminta Jangan Berselisih

  • 28 Apr 2026 17:56 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh – Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banda Aceh, Salman, menegaskan bahwa imunisasi merupakan salah satu bentuk ikhtiar untuk menjaga kesehatan anak dan mencegah penyakit berbahaya.

Dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh, Senin 27 April 2026, Salman menyampaikan bahwa imunisasi dilakukan sebagai langkah pencegahan ketika kondisi anak sehat, bukan saat anak sedang demam atau sakit.

“Imunisasi itu bukan dilakukan saat anak sedang demam. Setahu saya, tenaga medis juga akan melihat kondisi anak terlebih dahulu. Jadi tidak ada istilah anak sedang demam lalu disuntik sembarangan hingga menimbulkan dampak buruk,” ujarnya.

Menurut Salman, masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan terhadap efek samping ringan pasca imunisasi, seperti demam. Ia menilai tenaga medis akan memberikan penjelasan yang tepat kepada orang tua mengenai kondisi tersebut.

Selain itu, ia mengatakan pemerintah juga menyediakan pendampingan apabila terdapat keluhan setelah imunisasi. “Kalau ada keluhan setelah suntik, pemerintah juga memberikan pendampingan dan penanganan. Jadi tidak perlu khawatir secara berlebihan,” katanya.

Salman menekankan pentingnya kerja sama antara suami dan istri dalam mengambil keputusan terkait kesehatan anak. Ia mengingatkan agar persoalan imunisasi tidak memicu pertengkaran dalam rumah tangga. “Yang penting jangan ribut gara-gara masalah seperti ini. Harus dibicarakan baik-baik antara suami istri,” ujarnya.

Ia menambahkan, jika terjadi perbedaan pendapat antara ayah dan ibu terkait imunisasi, sebaiknya diselesaikan melalui komunikasi yang baik dengan mempertimbangkan pengetahuan medis dan nilai-nilai agama.

Menurutnya, setelah berikhtiar melalui langkah medis, orang tua dapat menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT. “Apabila kamu telah memberikan keputusan, lalu bertawakallah kepada Allah. Setelah ikhtiar, kita berdoa dan menyerahkan hasilnya kepada Allah,” kata Salman.

Ia juga mengajak para orang tua untuk menempatkan keimanan kepada takdir secara bijak agar tidak muncul penyesalan di kemudian hari. Salman berharap masyarakat memahami bahwa mencegah penyakit melalui imunisasi lebih utama daripada menyesal ketika anak terserang penyakit yang sebenarnya dapat dicegah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....